Postingan

Hadiah Al Fatehah Untuk Guru

Gambar
Mengapa para kiai selalu mengirim fatihah untuk guru mereka dan mushonnif sebelum mengajar kitab ? Syaikh Abdul Hadi Naja Al-Abyari berkata : Sejak dulu aku selalu melihat para guru mengirim fatihah untuk para guru mereka di awal membaca kitab-kitab ilmu, awalnya aku mengira bahwa itu hanya bentuk bakti mereka kepada para guru mereka yang telah wafat, juga sebagai wujud balas budi untuk mereka, aku tidak melihat ada “rahasia” lain disana hingga aku membaca sebuah ibarot dalam Kitab Tafsir Arrozi yaitu : “ruh manusia, jika dia bersifat dengan ilmu dan akhlak mulia maka ia akan menjadi kuat, dan akan semakin kuat ikatannya dengan ruh-ruh baik yang lain, maka diantara ruh itu akan saling memantulkan cahaya seperti halnya kaca-kaca yang bersinar dan saling berhadapan “ Jadi ketika seseorang mengirim fatihah untuk gurunya, dan mendoakan gurunya agar mendapat ridho dan kasing sayang Allah, kemudian ia mulai membaca kitab maka akan semakin kuat ikatan ruhnya dengan ruh gurunya, dengan ...

𝑰𝑴𝑨𝑴 𝑴𝑼𝑱𝑻𝑨𝑯𝑰𝑫 𝑨𝑯𝑳𝑼𝑳 𝑩𝑬𝑰𝑻 𝑫𝑰𝒁𝑨𝑳𝑰𝑴𝑰 𝑰𝑴𝑨𝑴𝑰𝑨𝑯

Gambar
1 - Imam Al Mujtahid Ja‘far al-Zakiy al-Ridawiy Seorang sarjana pernah membaca terjemahan biografi al-Imam al-Mujtahid Yahya bin Hamzah al-Husayni dalam karya SMSM terbaru iaitu al-Budur al-Safirah. Oleh kerana datuk kepada imam ini ialah Ja‘far bin ‘Ali al-Zakiy yang sering dicela oleh Syiah Imamiyyah, SMSM telah menulis suatu catatan ringkas tentangnya dalam karya tersebut. 2 - Imam Ja‘far al-Zakiy bin ‘Ali bin Muhammad bin ‘Ali al-Ridha, semoga Allah melimpahkan kesejahteraan ke atas mereka: Oleh kerana al-Sayyid al-Sharif al-Ajall Ja‘far al-Zakiy, juga dikenali sebagai al-Taqiy, bin ‘Ali bin Muhammad bin ‘Ali al-Ridha ialah datuk kepada al-Imam Yahya bin Hamzah, adalah wajar untuk berbicara tentang kezaliman yang menimpanya, serta menyingkap tabir yang menyelubungi kedudukannya. 3 - Ja‘far al-Zakiy bin ‘Ali al-Hadi bin Muhammad al-Jawad bin ‘Ali al-Ridha bin Musa bin Ja‘far عليهم السلام dipercayai oleh sebahagian kelompok Imamiyyah sebagai imam selepas kewafatan saud...

MAJELIS ROTIB SARKUB

Gambar

ISTIQOMAH DAN TA'ALUQ PADA GURU

Gambar
Istiqomah dan taaluq kepada sang guru Di tulis oleh KH Abdullah Sa'ad KH. Muhammad Zahid Wedi, Klaten. Seorang teman, saudara, bahkan beliau juga seorang guru bagi saya. Kiai Zahid dan saya adalah saudara tunggal guru. Kami berdua sama-sama mendapat anugerah menjadi muridin Maulana al-Mursyid alHabib Luthfi bin Yahya Pekalongan. Kiai Zahid merupakan cucu al-Mursyid KH. Abdul Mu’id Tempursari, seorang mursyid thoriqoh Syadziliyah. Beliau diambil menantu oleh al-Syaikh KH. Abdul Hadi Klaten, salah seorang murid al-Arifbillah al-Alim al-Allamah al-Mursyid alHabib al-Syaikh KH. Abdul Malik Kedungparuk Purwokerto. Al-Syaikh KH. Abdul Hadi Klaten dan Maulana al-Mursyid alHabib Luthfi bin Yahya merupakan sahabat tunggal guru saat mengaji di Kedungparuk. Kiai Zahid dengan penuh takdzim memandang al-Syaikh KH.Abdul Hadi lebih sebagai seorang guru, bukan sebatas sebagai mertua. Dengan keberkahan para pendahulu dan keluarga besa...

SEKILAS BIOGRAFI GURU MURSYID KAMI MAULANA HABIB LUTHFY

Gambar
Sekilas Biografi Guru Mursyid Kami "Sisi lain Alhabib Muhamad Luthfi bin yahya Pekalongan yang telah terpilih menjadi Rais Aam JATMAN Dan Ketua Sufi Se Dunia" -beliau menjadi hafidz (penghafal alqur'an) diusia remaja walaupun tdk mondok dipesantren tahfidz & mempelajari berbagai macam tafsir alqur'an dari segi balaghoh(bahasa) sampai ilmu pengetahuan yg luar biasa. -beliau mengaji fiqih sekaligus 4 madzhab dari mbah kyai bajuri,beliau seorang wali autad (indramayu) -beliau mendalami tasawuf (thoriqoh) dari guru2 mursyid diantaranya mbah kyai Abdul malik (purwokerto) mbah kyai said armiya' (tegal) Habib Ali bafaqih (bali) dll... -beliau salah satu sayyid/habib yg tdk hny berguru kpd sesama habib, tpi jg berguru kpd kyai jowo (kyai jawa) krn menurut beliau Al ulama' warosatul anbiya', tanpa memandang arab & non arab. -beliau mendapat julukan wali cilik (wali kecil) krn usianya masih terlalu muda diangkat menjadi wali, oleh gurunya yaitu Alhabib ...

FADLILAH MEMBACA DALAIL KHOIROT AL JAZULI

Bismillahir Rahmaanir Rahim Saya selalu membaca Dalail al-Khairat, dan saya telah membacanya selama 70 tahun. Tetapi saat itu masih belum terbuka seperti ketika sekarang ini saya membacanya. Ajaib, semoga Allah senantiasa mensucikan rahasia Hazrat Imam Jazuli (ra), Masya Allah dia bagaikan naga bagi spiritual. Imam Jazuli qs, beliau adalah seseorang yang dibentuk dengan cinta yang luar biasa kepada Nabi Muhammad (saw). Tetapi lihatlah di zaman ini, manusia kehilangan rasa hormat dan kehilangan rasa cinta kepada Nabi Muhammad (saw), oleh sebab itu mereka terjatuh kedalam berbagai masalah. Jika mereka memiliki rasa hormat dan cinta kepada Nabi (saw) maka berbagai masalah dan penderitaan tak akan pernah menyentuh dan mengenai mereka, baik didunia ini maupun di akhirat kelak. Rasa Hormat dan Cinta kepada Rasulullah (saw) akan melindungi kalian di dunia ini dan di akhirat kelak dan mereka akan dikaruniakan tingkatan spiritual yang tinggi di dunia dan di akhirat. Tetapi manusia saat ini t...

TOLERANSI PARA KYAI NU

tingkatan wong biasa seng mentale lan sholehe kadang goyah lan ilmune durung nyegoro ojok khusyuk2 mundak dadi khowarij, wong khowarij iku nduwe wateq nutup pintu taubate wong liyan sakdurunge mati. Sebuah cerita; dari PKI menjadi Kyai .. Terlahir dari keluarga PKI, Setiono akhirnya disuruh ibunya mondok ketika beliau masih belia. Kematian paman yang mengasuhnya sejak kecil adalah spirit yg menguatkannya mondok. Maklum, pamannya mati karena disembelih Banser karena terlibat PKI pada tahun 1966 atas instruksi Jenderal Soeharto. Pilihan ibunya adalah memondokkan Setiono berguru ke Kyai Muchtar (panggilan ayah saya KH. Achmad Muchtar Ghozali) yang baru pulang mondok di Ketapang Kepanjen di bawah asuhan Romo Kyai Mohamad Said pada tahun 1967. Kyai Said adalah ulama kharismatik dari Malang, santri Kyai Khozin Siwalan Panji dan Kyai Hasyim Asyari. Beliau dikenal sebagai waliyullah dan ulama nasionalis karena ilmu laduni dan 'kejadugannya' menggembleng para santri dalam melawan penj...