Postingan

Menampilkan postingan dengan label Kajian

HUKUM ZAKAT PROFESI

Zakat profesi tidak diakui dalam Jumhur Ahlussunnah waljamaah, yg ada adalah zakat harta jika disimpan tanpa dipakai apa apa, ada pendapat di mazhab hanafi untuk boleh dilakukan setiap bulan, namun Jumhur (pendapat terbanyak dan terkuat) seluruh mazhab berpendapat bahwa zakat harta adalah setahun sekali jika melebihi  nishab dan  haul . Nishab : Batas ... jumlah / nilai yg ditentukan syariah haul : sempurna 1 tahun jadi anda bekerja dan mendapat gaji itu tak ada zakatnya, boleh anda bersedekah saja. perhitungan zakat harta adalah jika anda menyimpan uang, atau emas anda baru kena zakat jika menyimpan uang itu sampai setahun, dan jumlah yg anda simpan telah melebih nishab selama setahun zakat maal / harta dikeluarkan setahun sekali, terhitung hari sejak uang kita melebihi Nishob, dan Nishob zakat maal adalah seharga emas 84 gram, maka bila uang simpanan kita terus meningkat, misalnya mulai 4 Oktober 2006 uang simpanan kita mulai melebihi harga emas 84 gram, maka sejak ta...

April Mop, Tragedi Pembantaian Umat Islam Spanyol

Tiap tanggal 1 April, ada saja orang—terutama anak-anak muda—yang merayakan hari tersebut dengan membuat aneka kejutan atau sesuatu keisengan. April Fools Day, demikian orang Barat menyebut hari tanggal 1 April atau lebih popular disebut sebagai ‘April Mop’. Namun tahukah Anda jika perayaan tersebut sesungguhnya berasal dari sejarah pembantaian tentara Salib terhadap Muslim Spanyol yang memang didahului dengan upaya penipuan? Inilah sejarahnya yang disalin kembali sebagiannya dari buku “Valentine Day, Natal, Happy New Year, April Mop, Halloween: So What?” (Rizki Ridyasmara, Pustaka Alkautsar, 2005) SEJARAH APRIL MOP Perayaan April Mop yang selalu diakhiri dengan kegembiraan dan kepuasan itu sesungguhnya berawal dari satu tragedi besar yang sangat menyedihkan dan memilukan. April Mop atau The April’s Fool Day berawal dari satu episode sejarah Muslim Spanyol di tahun 1487 atau bertepatan dengan 892 H. Sebelum sampai pada tragedi tersebut, ada baiknya menengok sejarah Spanyol...

BAB WARIS:ORANG-ORANG YANG TIDAK BERHAK MENDAPAT WARIS

Yang tidak bisa menerima waris: 1.Membunuh Orang Yang Akan Mewariskan Bila ada orang yang berhak menerima waris, tetapi orang itu membunuh orang yang akan mewariskan,orang tersebut tidak berhak menerima warisan. Baik membunuh secara sengaja ataupun tidak Menurut Madzhab Syafii tidak bisa menerima Warisan. Adapun pembunuh secara tidak sengaja, maka menurut Imam Malik, dia tetap mendapat harta waris. 2.Berlainan Agama Dan Murtad Ahli waris lain agama, misalnya yang meninggal dunia orang Yahudi, sedangkan ahli warisnya Muslim, maka ahli waris yang Muslim tersebut tidak boleh mewarisi hartanya. Dan demikian juga sebaliknya. 3.Anak Li'an. Apabila suami menuduh isterinya berzina dan bersumpah atas nama Allah empat kali, bahwa tuduhannya benar, dan sumpah yang kelima disertai dengan kata-kata " Laknat Allah atas diriku bila aku berdusta", kemudian isterinya juga membalas sumpahnya sebagaimana disebutkan di dalam surat An-Nur ayat 6,maka anaknya dinamakan anak li'an (ti...
Kelahiran Nabi Isa Menurut Bibel dan Al-Qur'an Tipuan Pohon Natal = Kelahiran Yesus Menurut Bibel? Untuk menyibak tabir 25 Desember yang diyakini sebagai Hari Kelahiran Yesus, sebaiknya disimak apa yang diberitakan oleh Bibel tentang kelahiran Yesus sebagaimana tercantum dalam Lukas 2:1-8 dan Matius2:1, 10, 11. Sedangkan Markus dan Yohanes tidak menuliskan kisah kelahiran Yesus. Lukas 2:1-8: Pada waktu itu Kaisar Agustus mengeluarkan suatu perintah, menyuruh mendaftarkan semua orang di seluruh dunia.. Inilah pendaftaran yang pertama kali diadakan sewaktu Kirenius menjadi wali negeri di Siria. Maka pergilah semua orang mendaftarkan diri, masing-masing di kotanya sendiri. Demikian juga Yusuf pergi dari kota Nazaret di Galilea ke Yudea, ke kota Daud yang bernama Betlehem, -- karena ia berasal dari keluarga dan keturunan Daud -- supaya didaftarkan bersama-sama dengan Maria, tunangannya, yang sedang mengandung. Ketika mereka di situ tibalah waktunya bagi Maria untuk bersalin, d...

UKURAN ZAKAT FITRAH

Zakat fitrah adalah mengeluarkan bahan makanan pokok dengan ukuran tertentu setelah terbenamnya matahari pada akhir bulan Ramadhan (malam 1 Syawwal) dengan syarat-syarat yang sudah ditentukan .  Zakat fitrah diwajibkan ditahun kedua Hijriyah.  Dasar wajib zakat fitrah  : عن ابن عمر أنّ رسول الله صلّى الله عليه وسلم فرض زكاة الفطر من رمضان على الناس صاعا من تمر أو صاعا من شعير على كلّ حرّ أو عبد ذكر أو أنثى من المسلمين ( رواه مسلم )  “Diriwayatkan dari Sayyidina Abdullah bin Umar, Sesungguhnya Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitrah bulan Ramadhan berupa satu sho’ kurma atau satu sho’ gandum atas setiap orang muslim, merdeka atau budak, laki2 maupun perempuan“  Zakat fitrah wajib bagi setiap orang islam yang mampu dan hidup di sebagian bulan Ramadhan serta sebagian bulan Syawwal. Artinya, orang yang meninggal setelah masuk waktu maghrib malam lebaran (malam 1 Syawwal) wajib baginya zakat fitrah (dikeluarkan dari harta peninggalannya). Begitu juga bayi yang dilahir...

HUKUM MENGGANTUNG FOTO

Menggantung gambar-gambar foto adalah satu kelaziman dalam masyarakat kita. Barang mana tempat kita pergi, baik pejabat, sekolah maupun rumah kediaman, kita akan melihat foto-foto digantung atau diletak di sana sini, baik foto para pemimpin negara atau foto-foto ahli keluarga. Jadi perbuatan menggantungkan gambar-gambar fotografi ini telah diterima oleh masyarakat kita, tanpa menafikan wujudnya perselisihan pendapat mengenainya. Apa yang zahir bahawa kebanyakan umat Islam di negara ini menerima pendapat yang mengharuskan gambar-gambar fotografi yang munasabah dan yang tidak menimbulkan fitnah. Pendapat yang mengharamkan secara mutlak akan gambar-gambar fotografi nampaknya tidak diikuti oleh masyarakat kita. Di antara ulama yang memfatwakan keharusan memotret atau merakam gambar-gambar fotografi adalah mantan mufti Mesir, al-'Alim al-'Allaamah Syaikh Muhammad Bakhit al-Muthi`ie rahimahUllah dan pandangan beliau ini diutarakannya dalam karyanya berjodol "al-Jawaabul Kaafi ...

Ya Amaanal Khaaifin

Di atas adalah bentuk doa "Ya Amaanal Khaaifiin" yang biasa diamalkan orang kita. Ianya ese ambil dari himpunan "`Aziizul Manaali wa Fathu Baabil Wishaal" yang berisikan antara lain, Ratib al-`Aththas, yang dihimpun oleh al-`Alim KH Fathullah Harun rahimahUllah. Beliau meletakkan doa ini selepas doa ratib yang masyhur tersebut. Biasanya orang-orang kat tempat kami menjadikan doa ini sebagai doa penutup setelah sembahyang fardhu dan sebagainya. Tiada sesiapa yang menyanggah amalan berdoa dan menyeru Allah dengan panggilan "Ya Amaanal Khaaifiin" tersebut di tempat kita ini, sehinggalah sekitar tahun 2003 di mana satu polemik mengenainya dicetuskan oleh seseorang yang mengaku bergurukan kepada Syaikh Muhammad bin `Abdul Qadir al-Mandili yang kononnya menyatakan bahawa doa tersebut tidak boleh diamalkan kerana ianya berasal daripada doa kaum Yahudi yang memohon keselamatan daripada Haman. Mujur juga polemik tersebut cepat dipadamkan oleh para ulama kita. Bahka...

Membuka Rahasia Huruf Hijaiyah

بسم الله الرحمن الرحم مُّحَمَّدٌ رَّسُولُ اللَّهِ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاء عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاء بَيْنَهُمْ تَرَاهُمْ رُكَّعاً سُجَّداً يَبْتَغُونَ فَضْلاً مِّنَ اللَّهِ وَرِضْوَاناً سِيمَاهُمْ فِي وُجُوهِهِم مِّنْ أَثَرِ السُّجُودِ ذَلِكَ مَثَلُهُمْ فِي التَّوْرَاةِ وَمَثَلُهُمْ فِي الْإِنجِيلِ كَزَرْعٍ أَخْرَجَ شَطْأَهُ فَآزَرَهُ فَاسْتَغْلَظَ فَاسْتَوَى عَلَى سُوقِهِ يُعْجِبُ الزُّرَّاعَ لِيَغِيظَ بِهِمُ الْكُفَّارَ وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ مِنْهُم مَّغْفِرَةً وَأَجْراً عَظِيماً "Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu lihat mereka ruku' dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat...

Tafsir Mimpi Menurut Islam

Tidak semua mimpi dapat ditafsirkan makna yang terkandung didalamnya. Ada kalanya mimpi bagaikan angin lalu namun ada yang benar-benar menjadi kenyataan. Mimpi insan yang bertakwa merupakan perkhabaran yang akan berlaku, kerana Rasulullah tidak bermimpi melainkan mimpi baginda menjadi kenyataan. Sedangkan mimpi insan yang tidak beriman merupakan berita yang disebarkan oleh syaitan. Dalam suatu riwayat dikisahkan, seorang wanita bertanya,"Wahai Rasulullah, sesungguhnya saya bermimpi melihat sebahagian tubuh baginda berada di rumahku".Baginda menjawab, "Sesungguhnya Fatimah akan melahirkan seorang anak lelaki, kemudian engkau yang akan menyusukannya". Tidak lama kemudian Fatimah melahirkan Hussein dan disusukan oleh wanita tersebut. Sesungguhnya mimpi itu dapat ditafsirkan, namun tidak semua orang mampu menafsirkan kebenarannya. Dalam hal ini Ustadz Sigit dari Website Era Muslim [http://www.eramuslim.com/ustadz-menjawab/fajarrusdiyanto-gmail-com.htm] menjabarkan s...

Sunnahnya akad nikah di masjid : Dalil dan haditsnya

FATWA SONGSANG SALAHPI-WAHHABIY Saya sedikitpun tidak terkejut dengan fatwa-fatwa songsang mereka yang berfahaman Salafiy-Wahhabiy. Memang salah satu dari doktrin Salafiy-Wahhabiy bersikap fanatic dengan hujjah mereka. Dalam masa yang sama mereka menyalahkan fahaman dan amalan orang yang tidak sehaluan dengan mereka. Metod ini telah dipergunakan zaman-berzaman oleh Muhammad bin Abdul Wahhab dan pengikutnya untuk mengkafirkan umat Islam, menyalahkan ulamak, membid’ahkan mereka dan melancarkan peperangan terhadap umat Islam atas nama jihad fi sabillillah. Berbalik Isu Akad Nikah dalam masjid sewajarnya tak perlu diungkitkan kembali memandangkan ia masalah picisan dan telah lama diselesaikan beribu-ribu ulamak muktabar sebelum kita. Mari kita tinjau pandangan mereka dalam masalah ini satu persatu. Sekurangnya terdapat dua pandangan utama dalam membicarakan Isu Akad Nikah di Masjid. Iaitu pandangan Jumhur Ulamak (majoriti) dan pandangan peribadi Imam al-Syaukani Pandangan Jumhur Ulamak ...

HR Bukhary No. 865 : Adzan jum’at dua kali – Masjidil haram, masjid al aqsa & Masjid Nabawi adzan jum’at 2 kali dan tarawih 20 rekaat

Adzan shalat pertama kali disyari’atkan oleh Islam adalah pada tahun pertama Hijriyah. Di zaman Rasulullah SAW, Abu Bakar dan Umar bin Khathab mengumandangkan adzan untuk shalat Jum’at hanya dilakukan sekali saja. Tetapi di zaman Khalifah Utsman bin Affan RA menambah adzan satu kali lagi sebelum khatib naik ke atas mimbar, sehingga adzan Jum’at menjadi dua kali. Ijtihad ini beliau lakukan karena melihat manusia sudah mulai banyak dan tempat tinggalnya berjauhan. Sehingga dibutuhkan satu adzan lagi untuk memberi tahu bahwa shalat Jumat hendak dilaksanakan. Dalam kitab Shahih al-Bukhari dijelaskan : Dari Sa’ib ia berkata, “Saya mendengar dari Sa’ib bin Yazid, beliau berkata, “Sesungguhnya adzan di hari Jumat pada asalnya ketika masa Rasulullah SAW, Abu Bakar RA, dan Umar RA dilakukan ketika imam duduk di atas mimbar. Namun ketika masa Khalifah Utsman RA dan kaum muslimin sudah banyak, maka beliau memerintahkan agar diadakan adzan yang ketiga. Adzan tersebut dikumandangka...

Syamaail ar-Rasuul : Fadhilah Siwak / Miswak

Syamaail ar-Rasuul – 4: Siwak Bersiwak atau bersugi adalah merupakan sunnah junjungan kita, Rasulullah صلى الله عليه وآله وسلم. Ianya adalah satu ‘amalan yang tidak pernah Baginda صلى الله عليه وآله وسلم tinggalkan hatta disaat-saat akhir hayat Baginda صلى الله عليه وآله وسلم, Baginda صلى الله عليه وآله وسلم bersiwak. Sayyidatuna ‘Aisyah رضي الله عنها menceritakan: دَخَلَ عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ أَبِي بَكْرٍ عَلَى النَّبِيِّ صَلى اللهُ عَليْهِ وَسَلَّمَ وَأَنَا مُسْنِدَتُهُ إِلَى صَدْرِي وَمَعَ عَبْدِ الرَّحْمَنِ سِوَاكٌ رَطْبٌ يَسْتَنُّ بِهِ ، فَأَبَدَّهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلى اللهُ عَليْهِ وَسَلَّمَ بَصَرَهُ، فَأَخَذْتُ السِّوَاكَ فَقَصَمْتُهُ وَنَفَضْتُهُ وَطَيَّبْتُهُ، ثُمَّ دَفَعْتُهُ إِلَى النَّبِيِّ صَلى اللهُ عَليْهِ وَسَلَّمَ فَاسْتَنَّ بِهِ، فَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلى اللهُ عَليْهِ وَسَلَّمَ اسْتَنَّ اسْتِنَانًا قَطُّ أَحْسَنَ مِنْهُ، فَمَا عَدَا أَنْ فَرَغَ رَسُولُ اللَّهِ صَلى اللهُ عَليْهِ وَسَلَّمَ رَفَعَ يَدَهُ أَوْ إِصْبَعَهُ، ثُمَّ قَالَ : فِي الرَّفِيقِ الْأ...

Shalat Tarawih Lebih Dari Sebelas Raka’at

Terdapat sebagian kalangan yang mengatakan bahwa shalat tarawih dan shalat malam tidak boleh dari 11 raka’at. KETERANGAN  Ajaran yang demikian ini membodohi dan menyesatkan ummat. Perkataan tersebut berarti menilai shalat tarawih lebih dari 11 raka’at bid’ah dan sesat, sebab menurut mereka tidak ada contoh dari Nabi SAW, bersumber dari hadist Nabi SAW, atau Atsar sahabat dan juga dari pendapat ulama’ salaf. Maka lebih baik masalah tersebut dikembalikan pada sumbernya dan pemahaman ulama’ salaf, dan tidak ikut-ikutan membuat syari’at baru yang tidak disyari’atkan oleh Alloh dan rosul-Nya. Ajaran yang menetapkan shalat tarawih tidak boleh lebih dari 11 raka’at adalah ajaran batil dan dapat dibatalkan dengan dalil berikut: 1. Membatasi shalat tarawih tidak boleh dari 11 raka’at adalah menyalahi syari’at islam. Karena Nabi SAW tidak pernah memmbatasi shalat tarawih dengan jumlah tertentu. Adapun Nabi SAW shalat witir pada bulan ramadhan 11 raka’at, bukan pembatasan shalat tarawih. Aisa...

Pengertian Aman Dari Siksa Kubur

Soal : apa yang diartikn aman dalam hadits yang artinya “Siapa yang meninggal dunia pada hari jum’at , maka ia aman dari siksa kubur. Apakah amannya itu hanya pada hari jum’at itu,  ataukah sampai hari kiamat ?  Jawab : Bahwa amannya itu sampai hari kiamat. Keterangan dari kitab :  1. Qathr al-ghaits Apabila seseorang mati pada hari jum’at atau malam harinya, maka siksa kubur yang menimpanya hanya sesaat, begitu pula menghimpitnya kubur. Kemudian akan terhenti , dan tak akan terulang lagi sampai kiamat.  Muhammad Nawai al-Jawi, Qathr al-ghaits, (indonesia: al-Haramain, 1427H/2006M) 2. Al-Dur  al-Nadhid Kalangan Ahlu Sunnah Wal Jamaah berpendapat, bahwa adzab kuburitu memang benar adanya. Seorang mikmin itu terbagi menjadi 2 kondisi, apabila dia taat maka dia tidak akan memperoleh siksa  dan tetap mendapat  himpitab kubur dan kengerianya.  Jika seorang mukmin itu bermaksiat, maka ia akan memperoleh siksa dan tetap mendapat himpitan kubur , tetapi s...