BID'AH
-¤- BID'AH -¤-
- mengenai masalah - BID'AH- :
Telah berkata Al Muhaqqiq AL Iman Musyathibi dalam kitab " I'tishaam " sebagai berikut ;
Asal dari meteri BADA'A untuk mengada -adakan sesuatu tanpa contoh sebelumnya.
Sebagian dari maknanya , apa yang di sebutkan dalam firman ALLAH :
Badii'us samaawaati wal ardhi dan qul maa kuntu bid'atan minar rusuli.
Dan di katakan dalam bahasa arab :
IBTADA-U FULAANAN BID'ATAN :
{ SI FULAN TELAH MERINTIS SATU JALAN YANG BELUM PERNAH DI DAHULUI ORANG LAIN }..
Dari jalan inilah di namakan - BID'AH itu dengan BID'AH, atau dinamakan sesuatu amalan yang tidak ada dalil syara' atasnya.
Demikian sedikit pengertian BID'AH.
Adapun macam BID'AH menurut perkataan : WALI AUTAD Iman Muhammad bin Idris asy-Syafi'i yang di riwayatkan oleh Abu Nu'aim sebagai berikut :
AL BID'ATU BID'ATAANI, BID'ATUN MAHMUUDATUN WA BID'ATUN MADZMUUMATUN , FAMAA WAFAQA SUNATA FAHUWA MAHMUUDUN WA MAA KHALAFA FAHUWA MADZMUUMATUN :
Artinya : BID'AH ITU ADA DUA MACAM ;
- BID'AH yang terpuji dan BID'AH yang tercela ;
Maka apabila yang sesuai dengan SUNAT itulah yang terpuji dan apabila menyalahinya itulah yang tercela.
Didalam kitab " RISAALATUL MU'AWWANAH " Oleh Shahibur Ratib Quthbul Irsyaad wa Gautsil Ibaad wal Bilaad Al Habib Abdullah bin 'Aliwy bin Muhammad Al-Hadad ,
Dan " Nuuruzh Zhalam " oleh Iman An -Nawawi dengan rinci di sebutkan, :
Bahwa - BID'AH - itu Ada terbagi lima ;
- BID'AH WAJIB - : seperti membagun sekolah dan pondok pesantren.
- BID'AH SUNAT - : seperti meletakkan gambar aulia di dalam rumah,
- BID'AH HARAM - dan inilah yang di maksud BID'AH DHALALAH,
Ada - BID'AH HARUS - dan ada - BID'AH MAKRUH.
Dari keterangan tersebut, dapatlah kita menarik kesimpulan ,
Apabila tidak ada terjadi pada zaman Rasulullah dan Sahabat TETAPI - SANGAT BERMAMFAAT DAN BANYAK KEBAIKANYA, MAKA ITU TERGOLONG BID'AH YANG TERPUJI. Dan Apabila TIDAK ADA PADA ZAMAN RASULULLAH DAN SAHABAT JUGA TIDAK MENDATANGKAN MAMFAAT , BAHKAN MENDATANGKAN MUDHARAT MAKA ITULAH DI KATAKAN BID'AH YANG TERCELA
- mengenai masalah - BID'AH- :
Telah berkata Al Muhaqqiq AL Iman Musyathibi dalam kitab " I'tishaam " sebagai berikut ;
Asal dari meteri BADA'A untuk mengada -adakan sesuatu tanpa contoh sebelumnya.
Sebagian dari maknanya , apa yang di sebutkan dalam firman ALLAH :
Badii'us samaawaati wal ardhi dan qul maa kuntu bid'atan minar rusuli.
Dan di katakan dalam bahasa arab :
IBTADA-U FULAANAN BID'ATAN :
{ SI FULAN TELAH MERINTIS SATU JALAN YANG BELUM PERNAH DI DAHULUI ORANG LAIN }..
Dari jalan inilah di namakan - BID'AH itu dengan BID'AH, atau dinamakan sesuatu amalan yang tidak ada dalil syara' atasnya.
Demikian sedikit pengertian BID'AH.
Adapun macam BID'AH menurut perkataan : WALI AUTAD Iman Muhammad bin Idris asy-Syafi'i yang di riwayatkan oleh Abu Nu'aim sebagai berikut :
AL BID'ATU BID'ATAANI, BID'ATUN MAHMUUDATUN WA BID'ATUN MADZMUUMATUN , FAMAA WAFAQA SUNATA FAHUWA MAHMUUDUN WA MAA KHALAFA FAHUWA MADZMUUMATUN :
Artinya : BID'AH ITU ADA DUA MACAM ;
- BID'AH yang terpuji dan BID'AH yang tercela ;
Maka apabila yang sesuai dengan SUNAT itulah yang terpuji dan apabila menyalahinya itulah yang tercela.
Didalam kitab " RISAALATUL MU'AWWANAH " Oleh Shahibur Ratib Quthbul Irsyaad wa Gautsil Ibaad wal Bilaad Al Habib Abdullah bin 'Aliwy bin Muhammad Al-Hadad ,
Dan " Nuuruzh Zhalam " oleh Iman An -Nawawi dengan rinci di sebutkan, :
Bahwa - BID'AH - itu Ada terbagi lima ;
- BID'AH WAJIB - : seperti membagun sekolah dan pondok pesantren.
- BID'AH SUNAT - : seperti meletakkan gambar aulia di dalam rumah,
- BID'AH HARAM - dan inilah yang di maksud BID'AH DHALALAH,
Ada - BID'AH HARUS - dan ada - BID'AH MAKRUH.
Dari keterangan tersebut, dapatlah kita menarik kesimpulan ,
Apabila tidak ada terjadi pada zaman Rasulullah dan Sahabat TETAPI - SANGAT BERMAMFAAT DAN BANYAK KEBAIKANYA, MAKA ITU TERGOLONG BID'AH YANG TERPUJI. Dan Apabila TIDAK ADA PADA ZAMAN RASULULLAH DAN SAHABAT JUGA TIDAK MENDATANGKAN MAMFAAT , BAHKAN MENDATANGKAN MUDHARAT MAKA ITULAH DI KATAKAN BID'AH YANG TERCELA
Komentar