Shalat Tarawih Lebih Dari Sebelas Raka’at
Terdapat sebagian kalangan yang mengatakan bahwa shalat tarawih dan shalat malam tidak boleh dari 11 raka’at. KETERANGAN Ajaran yang demikian ini membodohi dan menyesatkan ummat. Perkataan tersebut berarti menilai shalat tarawih lebih dari 11 raka’at bid’ah dan sesat, sebab menurut mereka tidak ada contoh dari Nabi SAW, bersumber dari hadist Nabi SAW, atau Atsar sahabat dan juga dari pendapat ulama’ salaf. Maka lebih baik masalah tersebut dikembalikan pada sumbernya dan pemahaman ulama’ salaf, dan tidak ikut-ikutan membuat syari’at baru yang tidak disyari’atkan oleh Alloh dan rosul-Nya. Ajaran yang menetapkan shalat tarawih tidak boleh lebih dari 11 raka’at adalah ajaran batil dan dapat dibatalkan dengan dalil berikut: 1. Membatasi shalat tarawih tidak boleh dari 11 raka’at adalah menyalahi syari’at islam. Karena Nabi SAW tidak pernah memmbatasi shalat tarawih dengan jumlah tertentu. Adapun Nabi SAW shalat witir pada bulan ramadhan 11 raka’at, bukan pembatasan shalat tarawih. Aisah ra, berkata: Nabi SAW tidak pernah menambah shalat witir di bulan ramadhan dan di lain bulan ramadhan lebih dari sebelas raka’at, beliau shalat empat raka’at maka jangan tanyakan tentang kebaikan dan lamanya, kemudian beliau shalat lagi empat raka’at, dan jangan tanyakan tentang kebaikan dalam lamanya, kemudian beliau shalat tiga raka’at. Aisah berkata: lalu saya bertanya: “Wahai Nabi SAW, apakah anda tadi tidur sebelun shalat witir? Nabi SAW menjawab: “Hai Aisah bahwa kedua mataku tidur namun hatiku tidak”. (H.R. bukhari dan Muslim (2013)). {Subulussalam I/442} Hadist tersebut menerangkan jumlah raka’at shalat witir yang dilakukan Nabi SAW, baik pada bulan ramadhan maupun atau di lain bulan ramadhan, bukan shslat tarawih, sebab terdapat kata-kata “walaa fii ghairihi” “Dan diluar bulan suci ramadhan”. Dan pada selain bulan suci ramadhan tidak ada shalat tarawih. Aisah bertanya kepada Nabi SAW: “Atanaamu qobla anntu witira”, “Apa anda tidur sebelu shalat witir?”. Kata-kata ini juga menunjukkan bahwa hadist ini menerangkan shalat witir, bukan shalat tarawih. Dan ini yang rojih sesuai nash yang sharih, tanpa penta’wilan dan penafsiran yang bukan pada tempatnya. Dan juga dikuatkan dengan hadist lain. Diceritakan dari Masruq ra, ia berkata: Saya bertanya kepada Aisah ra, tentang shalat Nabi SAW, pada waktu malam, maka Aisah menjawab: Nabi SAW melakukan shalat malam dengan 7 raka’at dan 11 raka’at selain 2 raka’at sebelum shalat subuh. (H.R. Bukhari (1139))
Komentar