Puasa Bulan Rajab
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Rajab adalah bulan ke tujuh dari penggalan Islam qomariyah (hijriyah).
Peristiwa Isra Mi’raj Nabi Muhammad shalallah ‘alaih wasallam untuk
menerima perintah salat lima waktu terjadi pada 27 Rajab ini.
Bulan Rajab juga merupakan salah satu bulan haram, artinya bulan yang
dimuliakan. Dalam tradisi Islam dikenal ada empat bulan haram, ketiganya
secara berurutan adalah: Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram, dan satu
bulan yang tersendiri, Rajab.
Dinamakan bulan haram karena
pada bulan-bulan tersebut orang Islam dilarang mengadakan peperangan.
Tentang bulan-bulan ini, Al-Qur’an menjelaskan:
“Sesungguhnya
bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan
Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan
haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, Maka janganlah kamu
Menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum
musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya,
dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.”
Hukum Puasa Rajab
Hadis-hadis Nabi yang menganjurkan atau memerintahkan berpuasa dalam
bulan- bulan haram (Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab) itu
cukup menjadi hujjah atau landasan mengenai keutamaan puasa di bulan
Rajab.
Diriwayatkan dari Mujibah al-Bahiliyah, Rasulullah
bersabda "Puasalah pada bulan-bulan haram." (Riwayat Abu Dawud, Ibnu
Majah, dan Ahmad). Hadis lainnya adalah riwayat al-Nasa'i dan Abu Dawud
(dan disahihkan oleh Ibnu Huzaimah): "Usamah berkata pada Nabi Muhammad
Saw, “Wahai Rasulallah, saya tak melihat Rasul melakukan puasa (sunnah)
sebanyak yang Rasul lakukan dalam bulan Sya'ban. Rasul menjawab: 'Bulan
Sya'ban adalah bulan antara Rajab dan Ramadan yang dilupakan oleh
kebanyakan orang.'"
Menurut as-Syaukani dalam Nailul Authar,
dalam bahasan puasa sunnah, ungkapan Nabi, "Bulan Sya'ban adalah bulan
antara Rajab dan Ramadan yang dilupakan kebanyakan orang" itu secara
implisit menunjukkan bahwa bulan Rajab juga disunnahkan melakukan puasa
di dalamnya.
Keutamaan berpuasa pada bulan haram juga
diriwayatkan dalam hadis sahih imam Muslim. Bahkan berpuasa di dalam
bulan-bulan mulia ini disebut Rasulullah sebagai puasa yang paling utama
setelah puasa Ramadan. Nabi bersabda : “Seutama-utama puasa setelah
Ramadan adalah puasa di bulan-bulan al-muharram (Dzulqa'dah, Dzulhijjah,
Muharram, dan Rajab).
Al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumid-Din
menyatakan bahwa kesunnahan berpuasa menjadi lebih kuat jika
dilaksanakan pada hari-hari utama (al-ayyam al-fadhilah). Hari- hari
utama ini dapat ditemukan pada tiap tahun, tiap bulan dan tiap minggu.
Terkait siklus bulanan ini Al-Ghazali menyatakan bahwa Rajab terkategori
al-asyhur al-fadhilah di samping dzulhijjah, muharram dan sya’ban.
Rajab juga terkategori al-asyhur al-hurum di samping dzulqa’dah, dzul
hijjah, dan muharram.
Disebutkan dalam Kifayah al-Akhyar, bahwa
bulan yang paling utama untuk berpuasa setelah Ramadan adalah bulan-
bulan haram yaitu dzulqa’dah, dzul hijjah, rajab dan muharram. Di antara
keempat bulan itu yang paling utama untuk puasa adalah bulan
al-muharram, kemudian Sya’ban. Namun menurut Syaikh Al-Rayani, bulan
puasa yang utama setelah al-Muharram adalah Rajab.
Terkait
hukum puasa dan ibadah pada Rajab, Imam Al-Nawawi menyatakan, telah
jelas dan shahih riwayat bahwa Rasul SAW menyukai puasa dan memperbanyak
ibadah di bulan haram, dan Rajab adalah salah satu dari bulan haram,
maka selama tak ada pelarangan khusus puasa dan ibadah di bulan Rajab,
maka tak ada satu kekuatan untuk melarang puasa Rajab dan ibadah lainnya
di bulan Rajab” (Syarh Nawawi ‘ala Shahih Muslim).
Hadis Keutamaan Rajab
Berikut beberapa hadis yang menerangkan keutamaan dan kekhususan puasa bulan Rajab:
• Diriwayatkan bahwa apabila Rasulullah SAW memasuki bulan Rajab beliau
berdo’a:“Ya, Allah berkahilah kami di bulan Rajab (ini) dan (juga)
Sya’ban, dan sampaikanlah kami kepada bulan Ramadhan.” (HR. Imam Ahmad,
dari Anas bin Malik).
• "Barang siapa berpuasa pada bulan Rajab
sehari, maka laksana ia puasa selama sebulan, bila puasa 7 hari maka
ditutuplah untuknya 7 pintu neraka Jahim, bila puasa 8 hari maka
dibukakan untuknya 8 pintu surga, dan bila puasa 10 hari maka digantilah
dosa-dosanya dengan kebaikan."
• Riwayat al-Thabarani dari
Sa'id bin Rasyid: “Barangsiapa berpuasa sehari di bulan Rajab, maka ia
laksana berpuasa setahun, bila puasa 7 hari maka ditutuplah untuknya
pintu-pintu neraka jahanam, bila puasa 8 hari dibukakan untuknya 8 pintu
surga, bila puasa 10 hari, Allah akan mengabulkan semua
permintaannya....."
• "Sesungguhnya di surga terdapat sungai
yang dinamakan Rajab, airnya lebih putih daripada susu dan rasanya lebih
manis dari madu. Barangsiapa puasa sehari pada bulan Rajab, maka ia
akan dikaruniai minum dari sungai tersebut".
• Riwayat (secara
mursal) Abul Fath dari al-Hasan, Nabi Muhammad SAW bersabda: "Rajab itu
bulannya Allah, Sya'ban bulanku, dan Ramadan bulannya umatku."
• Sabda Rasulullah SAW lagi : “Pada malam mi’raj, saya melihat sebuah
sungai yang airnya lebih manis dari madu, lebih sejuk dari air batu dan
lebih harum dari minyak wangi, lalu saya bertanya pada Jibril a.s.:
“Wahai Jibril untuk siapakan sungai ini ?”Maka berkata Jibrilb a.s.: “Ya
Muhammad sungai ini adalah untuk orang yang membaca salawat untuk
engkau di bulan Rajab ini”.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Komentar