Yang Tersisa Dari Karbala
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Ada cerita menarik dari Karbala yang sengaja dirahasiakan oleh syi'ah, mau tahu? baca selengkapnya...
Ada bagian penting yang sering tertinggal dari sejarah Imam Husein, nampaknya bagian yang penting ini sangat jarang
sekali dibahas, sehingga pembaca yang ditakdirkan melewatkan pandangannya pada tulisan kali ini sangat beruntung,
karena menemukan pembahasan yang hampir belum pernah dibahas. Kali ini pembaca akan menikmati uraian tentang
anak-anak Imam Husein. Sebagaimana kita ketahui bersama, Imam Husein adalah seorang cucu Nabi, manusia yang
dicintai oleh Nabi sebagaimana kita mencintai cucunya. Bahkan konon seorang kakek lebih mencintai cucunya dari ayah
si cucu yang merupakan anaknya sendiri. Kecintaan nabi kepada Imam Husein begitu besar,begitu juga kepada
kakaknya yaitu Imam Hasan. Kita sebagai orang beriman yang mencintai Nabi wajib mencintai mereka yang dicintai
Nabi, termasuk cucundanya yang satu ini, sebagai bukti kecintaan kita kepada Kakeknya. Namun kecintaan kita kepada
sang Kakek haruslah lebih besar. Waktu kemudian berlalu sehingga Muawiyah Ra mangkat dan mengangkat Yazid
sebagai khalifah. Imam Husein yang enggan berbaiat kepada Yazid segera melarikan diri ke mekkah. Sesampai di
mekkah penduduk kota Kufah mengirimkan surat yang jumlahnya mencapai 12000 pucuk surat, yang isinya meminta
sang Imam untuk berangkat ke Kufah, di mana penduduknya sudah bersiap sedia untuk membaiat Imam Husein
sebagai khalifah. Di antara isi surat itu adalah memberitahu sang Imam bahwa di Kufah terdapat 100000 pasukan yang
siap berdiri di belakangnya untuk melawan Bani Umayyah (Lihat kitab Faji'atu Thaff hal 6, karangan Muhammad Kazhim
Al Qazweini) Membaca surat itu, sang Imam yakin akan kesiapan 100000 penduduk kufah yang telah siap dengan
pedang terhunus untuk melawan dan "kezhaliman bani Umayah", Imam Husein akhirnya berangkat menuju kufah
bersama keluarganya. Namun kali ini imam tertipu. Sebelum sampai ke kota Kufah rombongan beliau dicegat oleh
tentara suruhan Ibnu Ziyad yang dipimpin oleh Umar bin Saad. Ketika rombongan sang Imam dicegat, kita tidak
mendengar 100000 pasukan yang konon siap membela Imam Husein itu ikut membela dan berperang melawan
musuhnya, kita tidak tahu kemana perginya mereka, begitu juga 12000 orang yang menuliskan surat ketika sang Imam
berada di mekkah. Jika 100000 orang yang mengaku pembela Imam itu ikut berada di padang Karbala, pasti "tentara
bani umayah" dapat dengan mudah dikalahkan. Mereka yang memanggil sang Imam begitu saja lari dari
tanggungjawab. Mereka tega membiarkan cucu sang Nabi terakhir dijadikan bulan-bulanan, mereka tega darah suci
keluarga nabi tumpah akibat larinya mereka dari tanggungjawab. Di dunia mereka bisa lari, namun di akhreat kelak tidak.
Sang Imam beserta rombongannya dibiarkan begitu saja menjadi korban pengkhianatan mereka yang mengaku sebagai
pengikut dan pembelanya. Rupanya inilah karakter mereka yang mengaku-aku dan sok menjadi pembela ahlulbait sejak
zaman para imam. Akhirnya sang Imam pun Syahid menjadi korban pengkhianatan mereka yang mengaku menjadi
pembelanya. Sang Imam Syahid beserta para keluarganya, di antaranya adalah : saudara sang Imam, putra Ali bin Abi
Thalib : Abubakar, Umar, Utsman. Bisa dilihat di kitab Ma'alimul Madrasatain karangan Murtadha Al Askari, jilid 3 hal
127. juga dalam kitab Al Irsyad karangan Muhammad bin Nukman Al Mufid hal. 197, I'lamul Wara karangan Thabrasi hal
112, juga kitab Kasyful Ghummah karangan Al Arbali jilid 1 hal 440. ini adalah sebagian referensi saja, yang lainnya
sengaja tidak kami sebutkan karena terlalu banyak. Sementara putra Imam Husein di antaranya : Abubakar bin Husain
dan Umar. Sampai di sini mungkin pembaca belum tersadar akan sebuah fenomena yang menarik. Kita lihat di sini
Imam Ali dan Imam Husein menamakan anaknya dengan nama para perampas haknya. Kita ketahui bahwa syiah
meyakini bahwa khilafah bagi Ali telah ternashkan dari ketentuan Allah dan RasulNya, sedangkan mereka yang tidak
mengakui adanya nash dianggap merasa lebih pandai dari Nabi. Dalam sejarah diyakini oleh syiah bahwa Abubakar
telah merampas hak yang semestinya menjadi milik Ali. Di antara bentuk protes Ali adalah khotbah syaqsyaqiyyah yang
tercantum dalam sebuah literatur penting syiah yaitu kitab Nahjul Balaghah. Namun yang aneh di sini adalah Ali yang
memberi nama anaknya dengan nama si perampas hak yang sudah tentu bagi syi'ah adalah dibenci Allah. Begitu juga
menamai anaknya dengan nama Umar, sang penakluk yang telah mengubur kerajaan persia untuk selamanya, dan
orang yang konon memukul bunda Fatimah hingga keguguran. Sering kita dengar bahwa Umar telah memukul Fatimah,
perempuan suci putri Nabi dan istri Ali hingga janin yang dikandungnya gugur, sungguh nekad orang yang berani
memukul putri Nabi. Namun dalam sejarah tidak disebutkan pembelaan Ali terhadap istrinya yang dipukul, malah
memberi nama anaknya dengan nama orang yang memukul putri Nabi yang sekaligus adalah istrinya. Sementara di sisi
lain kita tidak pernah menemukan bahwa Ali memberi nama anaknya dengan nama ayahnya yang "tercinta" yaitu Abu
Thalib. Begitu juga para imam ahlulbait tidak pernah tercantum bahwa mereka memberi nama anak mereka dengan
nama Abu Thalib. Apakah para imam ahlulbait lebih mencintai Abubakar dibanding cinta mereka pada Abu Thalib, kakek
mereka sendiri? Ternyata fakta berbicara demikian. Mengapa tidak ada seorang imam maksum –terbebas dari
kesalahan dan dosa- yang memberi nama anaknya dengan nama Abu Thalib? Jika ada yang mengatakan bahwa para
Imam Ahlulbait memberi nama anak mereka dengan nama-nama musuh karena basa basi, apakah para imam begitu
penakut sehingga harus berbasa basi dalam hal nama anak? Ataukah para imam begitu hina mau dipaksa orang lain
untuk memberi nama anaknya sendiri?
<Kesimpulannya klo para Imam Ahli Bait itu benci kepada Sayidina Abu
bakar dan Umar sebagaimana klaim kelompok Syiah,mengapa mereka
menamakan anak dan cucunya dengan Nama Abu bakar ,umar dan Usman ,nama2
yg seharusnya sangat di benci oleh mereka,fakta ini menunjukan bahwa
'klaim syiah' tentang Imam Ali bin Abi Thalib,Bunda Fathimah Az zahra
dan Anak cucu nya 'benci' dan mengutuk ke 3 Khalifah tersebut adalah
DUSTA BELAKA..,mana ada seseorang memberikan nama kepada anak dan cucu
nya dengan nama nama orang yg amat di bencinya..>
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Komentar