Imam Mengangkat Tan Tangan Ketika Berdo'a Istisqa'
973. Telah menceritakan kepada kami
Muhammad bin Basysyar telah menceritakan kepada
kami Yahya dan Ibnu Abi 'Adi dari Sa'id
dari Qatadah dari Anas bin Malik berkata, "N Nabi abi
shallallahu 'alaihi wasallam tidak pernah
mengangkat tangannya saat berdoa kecuali ketika
berdoa dalam shalat istisqa'. Beliau
mengangkat tangannya hingga terlihat putih kedua
ketiaknya."
1634. Telah menceritakan kepada kami
Isma'il bin 'Abdullah berkata, telah menceritakan kepada saya saudaraku dari
Sulaiman dari Yunus bin Yazid dari Ibnu Syihab dari Salim bin 'Abdullah bahwa
'Abdullah bin 'Umar ra melempa melempar Al Jumrah Ad r Ad-Dunya (Al Ulaa, awal)
dengan tujuh kerikil kemudian bertakbir pada setiap kali lemparannya, kemudian dia
maju hingga sampai pada permukaan yang datar dia berdiri menghadap qiblat
dengan agak lama, lalu berdo'a dengan mengangkat kedua tangannya,
kemudian melempar jumrah Al Wustho seperti itu pula, dia mengambil jalan
sebelah kiri pada dataran yang rata lalu berdiri menghadap qiblat dengan agak
lama, lalu berdo'a dengan mengangkat kedua tangannya, kemudian melempar
jumrah Al 'Aqabah dari dasar lembah dan dia tidak berhenti disitu lalu berkata:
"Begitulah aku melihat Nabi saw mengerjakannya".
2407. Telah menceritakan kepada kami
'Abdullah bin Muhammad telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Az Zuhriy
dari 'Urwah bin Az Zubair dari Abu Humaid as as-Sa'idiy ra berkata: Nabi saw
memperkerjakan seorang laki allam laki-laki dari suku Al azdiy sebagai pemungut
zakat. Ketika datang dari tugasnya, dia berkata: "Ini untuk kalian sebagai
zakat dan ini dihadiahkan untukku". Beliau berkata: "Biarkanlah dia tinggal
di rumah ayahnya atau ibunya lalu dia lihat apakah benar itu dihadiahkan
untuknya atau tidak. Dan demi Dzat yang jiwaku di tangan-Nya, tidak seorag pun
yang mengambil sesuatu dari zakat kecuali dia akan datang pada hari qiyamat
dengan dipikulkan di atas lehernya berupa unta yang berteriak, atau sapi yang
melembuh atau kambing yang mengembik". Kemudia Beliau mengangkat tangan
Beliau sehingga terlihat oleh kami ketiak beliau yang putih dan (berkata):
"Ya Allah bukankah aku sudah sampaikan, bukankah aku sudah sampaikan"….
sebanyak tiga kali kali".
2769. Telah bercerita kepada kami
'Abdullah bin Muhammad telah bercerita kepada kami Sufyan dari Ayyub dari
Muhammad dari Anas ra berkata Nabi saw mendatangi Khaibar pada waktu shubuh
dimana penduduk Khaibar sedang keluar dengan membawa alat bertani (cangkul,
sekop dhl) di atas leher (pundak pundak-pundak)mereka. Tatkala mereka melihat
Beliau saw, mereka berkata: "Muhammad dan pasukannya, Muhammad dan
pasukannya". Lalu mereka berlindung di balik benteng. Lalu Nabi saw
mengangkat kedua belah tangan Beliau dan berdo'a: "Allahu Akbar
Akbar, hancurlah Khaibar. Sesungguhnya kami apabila mendatangi, perkampungan
suatu kaum, maka amat buruklah pagi hari yang dialami orang orang-orang yang diperingatkan
tersebut". Kemudian kami mendapatkan keledai-keledai sebagai harta
rampasan perang lalu kami memasaknya. Kemudian seorang penyeru Nabi saw berseru:
"Sesungguhnya Allah dan Rosul Rosul-Nya telah melarang kalian memakan daging
daging-daging keledai". Hingga akhirnya seluruh kuali (bejana untuk
memasak) beserta isinya ditumpahkan. Hadits ini juga ditelusuri oleh 'Ali dari
Sufyan: "Nabi saw mengangkat kedua belah tangan Beliau".
3113. Dan telah bercerita kepadaku
'Abdullah bin Muhammad telah bercerita kepada kami 'Abdur Razzaq telah
mengabarkan kepada kami Ma'mar dari Ayyub as as-Sakhtiyaniy dan Katsir
bin Katsir bin Al Muthallib binAbi
Wada'ah satu sama lain saling melengkapi dari Sa'id bin Jubair berkata Ibnu
'Abbas radliallahu 'anhuma; "Wanita pertama yang menggunakan ikat pinggang
adalah ibu Nabi Isma'il as. Dia menggunakannya untuk menghilangkan. jejak dari
Sarah kemudian Ibrahim 'Alaihissalam membawanya berserta anaknya Isma'il yang saat
itu ibunya masih menyusuinya hingga Ibrahim as menempatkan keduanya dekat
Baitullah (Ka'bah) pada sebuah gubuk di atas zamzam di ujung masjidil Haram. Waktu
itu di Makkah tidak ada seorangpun yang tinggal di sana dan tidak ada pula air.
Ibrahim menempatkan keduanya di sana dan meninggalkan semacam karung berisi
kurma dan kantung/geriba berisi air. Kemudian Ibrahim pergi untuk meninggalkan
keduanya. Maka ibu Isma'il mengikutinya seraya berkata; "Wahai Ibrahim,
kamu mau pergi kemana? Apakah kamu (tega) meninggalkan kami di lembah yang
tidak ada seorang manusia dan tidak ada sesuatu apapun ini". Ibu Isma'il
terus saja mengulang-ulang pertanyaannya berkali berkali-kali hingga akhirnya
Ibrahim tidak menoleh lagi kepadanya. Akhirnya ibu Isma'il bertanya: "Apakah
Allah yang memerintahkan kamu atas semuanya ini?". Ibrahim menjawab:
"Ya". Ibu Isma'il berkata: "Kalau begitu, Allah tidak akan
menelantarkan kami". Kemudian ibu Isma'il kembali dan Ibrahim melanjutkan
perjalanannya hingga ketika sampai pada sebuah bukit dan orang orang-orang
tidak melihatnya lagi, Ibrahim menghadap ke arah Ka'bah lalu berdo'a untuk
mereka dengan beberapa kalimat do'a dengan mengangkat kedua belah tangannya,
katanya: "Rabbi, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian dari
keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanaman tanaman-tanaman di dekat
rumah rumah-Mu yang disucikan" hingga sampai kepada “semoga mereka menjadi
hamba-hamba yang bersyukur”. (QS Ibrahim: 37). Kemudian ibu Isma'il mulai
menyusui anaknya dan minum dari air persediaan hingga ketika air yang ada pada
geriba habis dia menjadi haus begitu juga anaknya. Lalu dia memandang kepada
Isma'il sang bayi yang sedang meronta-ronta", atau dia berkata dengan
redaksi: "Berguling-guling di atas tanah". Kemudian Hajar pergi
meninggalkan Isma'il dan tidak kuat melihat keadaannya. Maka dia mendatangi
bukit Shafaa sebagai gunung yang
paling dekat keberadaannya dengan
dengannya. Dia berdiri disana lalu menghadap ke arah lembah
nya. dengan harapan dapat melihat orang
di sana namun dia tidak melihat seorang pun. Maka dia
turun dari bukit Shafaa dan ketika sampai
di lembah dia menyingsingkan ujung pakaiannya
lalu berusaha keras layak layaknya
seorang manusia yang berjuang keras hingga ketika dia dapat
nya melewati lembah dan sampai di bukit
Marwah lalu beridiri di sana sambil melihat melihat-lihat
apakah ada orang di sana namun dia tidak
melihat ada seorang pun. Dia melakukan hal itu
sebanyak tujuh kal kali (antara bukit
Shafa dan Marwah). Ibnu 'Abbas radliallahu 'anhu berkata;
i Nabi shallallahu 'alaihi wasallam
bersabda: "Itulah sa'iy yang mesti dilakukan oleh manusia
(yang berhajji) antara kedua bukit
itu". Ketika berada di puncak Marwah, dia mendengar ada
suara, lalu dia berkata dalam hatinya
"diamlah" yang Hajar maksud adalah dirinya sendiri.
Kemudian dia berusaha mendengarkanya maka
dia dapat mendengar suara itu lagi maka dia
berkata; "Engkau telah
memperdengarkan suaramu jika engkau bermaksud meminta
pe pertolongan". Ternyata suara itu
adalah suara malaikat (Jibril 'Alaihissalam) yang berada di
rtolongan". dekat zamzam, lantas
Jibril mengais air dengan tumitnya" atau katanya; dengan sayapnya
hingga air keluar memancar. Ibu Isma'il
mulai membuat tampungan air dengan tan tangannya gannya
seperti ini yaitu menciduk air dan
memasukkannya ke geriba sedangkan air terus saja
memancar dengan deras setelah
diciduk". Ibnu 'Abbas radliallahu 'anhuma berkata; Nabi
shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Semoga Allah merahmati Ummu Isma'il (Si Siti Hajar)
ti karena kalau dia membiarkan
zamzam" atau sabda Beliau: " kalau dia tidak segera
menampung air tentulah air zamzam itu
akan menjadi air yang mengalir". Akhirnya dia dapat
minum air dan menyusui anaknya kembali.
Kemudian malaikat berkata kepadanya:
"Janganlah kalian takut
ditelantarkan karena disini adalah rumah Allah, yang akan dibangun
oleh anak ini dan ayahnya dan
sesungguhnya Allah tidak akan menyia menyia-nyiakan hamba hamba-Nya".
Pada saat itu Ka'bah Baitullah posisinya
agak tinggi dari permukaan tanah sep seperti sebuah
erti bukit kecil, yang apabila datang
banjiir akan terkikis dari samping kanan dan kirinya. Ibu
Isma'il, Hajar, terus melewati hidup
seperti itu hingga kemudian lewat serombongan orang
dari suku Jurhum atau keluarga Jurhum
yang datang dari jalur buk bukit Kadaa' lalu singgah di
it hilir Makkah kemudian mereka melihat
ada seekor burung sedang terbang berputar berputar-putrar.
Mereka berseru; "Burung ini pasti
berputar karena mengelilingi air padahal kita mengetahui
secara pasti bahwa di lembah ini tidak
ada air. Akhi Akhirnya mereka mengutus satu atau dua
rnya orang yang larinya cepat dan
ternyata mereka menemukan ada air. Mereka kembali dan
mengabarkan keberadaan air lalu mereka
mendatangi air. Beliau berkata: "Saat itu Ibu
Isma'il sedang berada di dekat air".
Mereka berkata k kepadanya; "Apakah kamu mengizinkan
epadanya; kami untuk singgah bergabung
denganmu di sini?". Ibu Isma'il berkata; "Ya boleh tapi kalian
tidak berhak memiliki air". Mereka
berkata; "Baiklah". Ibnu 'Abbas radliallahu 'anhuma
berkata; Nabi shallallahu 'alaihi
wasallam bersabda: "Ibu Isma'il menjadi senang atas
peristiwa ini karena ada orang
orang-orang yang tinggal bersamanya". Akhirnya mereka pun tinggal
disana dan mengirim utusan kepada
keluarga mereka untuk mengajak mereka tinggal
bersama bersama-sama di sana".
Ketika para keluar keluarga dari mereka sudah tinggal bersama Hajar dan
ga Isma'il sudah beranjak belia, dia
belajar berbahasa arab dari mereka, bahkan menjadi
manusia paling berharga dan paling ajaib
di kalangan mereka. Kemudian Isma'il tumbuh
menjadi seorang pemuda yang disenangi o
oleh mereka. Setelah dewasa, mereka menikahkan
leh Isma'il dengan seorang wanita dari
mereka dan tak lama kemudian ibu Isma'il meninggal
dunia. Di kemudian hari Ibrahim datang
setelah Isma'il menikah untuk mencari tahu apa
yang telah ditinggalkannya namun dia t
tidak menemukan Isma'il. Ibrahim bertanya tentang
idak Isma'il kepada istrinya Isma'il.
Istrinya menjawab; "Dia sedang pergi mencari nafkah untuk
kami. Lalu Ibrahim bertanya tentang
kehidupan dan keadaan mereka. Istri Isma'il menjawab;
"Kami mengalami banyak keb keburukan
dan hidup kami sempit dan penuh penderitaan yang
urukan berat". Istri Isma'il
mengadukan kehidupan yang dijalaninya bersama suaminya kepada
Ibrahim. Ibrahim berkata; "Nanti
apabila suami kamu datang sampaikan salam dariku dan
katakan kepadanya agar menguba mengubah
daun pintu rumahnya". Ketika Isma'il datang dia
h merasakan sesuatu lalu dia bertanya
kepada istrinya; "Apakah ada orang yang datang
kepadamu?". Istrinya menjawab;
"Ya. Tadi ada orang tua begini begini keadaannya datang
kepada kami dan dia menanyakan kamu lalu
aku terangkan dan dia bertanya kepadaku
tentang keadaan kehidupan kita maka aku
terangkan bahwa aku hidup dalam kepayahan
dan penderitaan". Isma'il bertanya;
"Apakah orang itu ada memberi pesan kepadamu
tentang sesuatu?". Istrinya
menjawab; "Ya. Dia m memerintahkan aku agar aku menyampaikan
emerintahkan salam darinya kepadamu dan berpesan
agar kamu mengubah daun pintu rumah kamu".
Isma'il berkata; "Dialah ayahku dan
sungguh dia telah memerintahkan aku untuk
menceraikan kamu maka itu kembalilah kamu
kepada keluargamu" keluargamu". Maka Isma'il
. menceraikan istrinya. Kemudian Isma'il
menikah lagi dengan seorang wanita lain dari
kalangan penduduk itu lalu Ibrahim pergi
lagi meninggalkan mereka dalam kurun waktu yang
dikehendaki Allah dan setelah itu datang
kembali untuk menemui merek mereka namun dia tidak
a mendapatkan Isma'il hingga akhirnya dia
mendatangi istri Isma'il lalu bertanya kepadanya
tentang Isma'il. Istrinya menjawab;
"Dia sedang pergi mencari nafkah untuk kami. Lalu
Ibrahim bertanya lagi; "Bagaimana
keadaan kalian". Dia bertanya kepada istrinya Isma'il
tentang kehidupan dan keadaan hirup
mereka. Istrinya menjawab; "Kami selalu dalam
keadaan baik baik-baik saja dan
cukup". Istri Isma'il memuji Allah. Ibrahim bertanya; 'Apa
makanan kalian? '. Istri Isma'il
menjawab; "Daging". Ibrahim be bertanya lagi; "Apa minuman
rtanya kalian? '. Istri Isma'il menjawab;
"Air". Maka Ibrahim berdo'a: "Ya Allah, berkahilah mereka
dalam daging dan air mereka". Nabi
shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Saat itu tidak ada
biji biji-bijian di Makkah dan seandainya
ada te tentu Ibrahim sudah mendo'akannya". Dia berkata;
ntu "Dan dari doa Ibrahim tentang
daging dan air itulah, tidak ada seorangpun selain penduduk
Makkah yang mengeluh bila yang mereka
dapati hanya daging dan air". Ibrahim selanjutnya
berkata; "Jika nanti suamimu da
datang, sampaikan salam dariku kepadanya dan
tang, perintahkanlah dia agar memperkokoh
daun pintu rumahnya". Ketika Isma'il datang, dia
berkata: "Apakah ada orang yang
datang kepadamu?". Istrinya menjawab; "Ya. Tadi ada
orang tua dengan penampilan sangat baik
data datang kepada kami". Istrinya mengagumi
ng Ibrahim. Dia bertanya kepadaku tentang
kamu maka aku terangkan lalu dia bertanya
kepadaku tentang keadaan hidup kita maka
aku jawab bahwa aku dalam keadaan baik baik-baik
saja".". Isma'il bertanya;
"Apakah orang itu ada membe memberi pesan kepadamu tentang
ri sesuatu?". Istrinya menjawab;
"Ya. Dia memerintahkan aku agar aku menyampaikan salam
darinya kepadamu dan berpesan agar kamu
mempertahankan daun pintu rumah kamu".
Isma'il berkata; "Dialah ayahku dan
daun pintu yang dimaksud adala adalah kamu. Dia
h memerintahkanku untuk mempertahankan
kamu". Kemudian Ibrahim meninggalkan mereka
lagi untuk waktu tertentu sebagaimana
dikehendaki Allah, lalu datang kembali setelah itu
saat Isma'il meletakkan anak panahnya di
bawah sebatang pohon dekat zamzam zamzam. Ketika dia
. melihatnya, dia segera menghampirinya
dan berbuat sebagaimana layaknya seorang ayah
terhadap anaknya dan seorang anak
terhadap ayahnya kemudian dia berkata; "Wahai
Isma'il, Allah memerintahkanku dengan
suatu perintah". Isma'il berkata; "Lakuka Lakukanlah apa
nlah yang diperintahkan Rabbmu".
Ibrahim berkata lagi; Apakah kamu akan membantu aku?".
Isma'il berkata; "Ya aku akan
membantumu". Ibrahim berkata; "Allah memerintahkan aku
agar membangun rumah di tempat ini".
Ibrahim menunjuk ke suatu tempat yang agak tinggi
di banding sekelilingnya". Perawi
berkata; "Dari tempat itulah keduanya meninggikan
pondasi Baitullah, Isma'il bekerja
mengangkut batu batu-batu sedangkan Ibrahim yang
menyusunnya (membangunnya) hingga ketika
bangunan sudah tinggi, Isma'il datang
membaw membawa batu ini lalu
meletakkannya untuk Ibrahim agar bisa naik di atasnya sementara
a Isma'il memberikan batu batu-batu'
Keduanya bekerja sambil mengucapkan kalimat do'a; ("Rabb
kami, terimalah (amal) dari kami
sesunggunya Engkau Maha Mendengar dan Maha
Mengetahui". Keduanya terus saja
membangun hingga mengelilingi Baitullah dan keduanya
terus saja membaca do'a; ("Rabb
kami, terimalah (amal) dari kami sesungguhnya Engkau
Maha Mendengar dan Maha Mengetahui").
(QS. Albaqarah 127).
3994. Telah menceritakan kepadaku Mahmud
Telah menceritakan kepada kami Abdurrazaq
Telah mengabarkan kepada kami Ma'mar
-lewat jalur periwayatan lain lain-Telah menceritakan
kepadaku Nu'aim Telah mengabarkan kepada
kami Abdullah Telah mengabarkan kepada
kami Ma'mar d dari Azzuhri dari Salim
dari Ayahnya katanya, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam
ari suatu kali mengirim Khalid bin Al
Walid ke bani Jidzamah dengan misi mengajak mereka
masuk Islam, namun rupanya mereka belum
fasih mengucapkan; "Aslamnaa" (kami masuk
Islam) seh sehingga mereka keceplosan
mengucapkan Shabba'naa (yang makna secara harfiah
ingga kami sembah matahari), mereka terus
saja mengucapkan Shabba'na, Shabba'na -sekalipun
maksudnya aslamnaa aslamnaa-Maka Khalid membantai
diantara mereka dan sebagian lain ia tawan,
dan ia serah serahi masing i
masing-masing kami seorang tawanan yang ia perintahkan untuk dibunuh di
hari selanjutnya. Saya protes "Demi
Allah, saya tak akan membunuh tawananku, dan setiap
kawanku juga tak akan membunuh
tawanannya." Hingga akhirnya kami menemui Nabi
shallallahu 'ala alaihi wasallam dan kami
utarakan kasusnya kepada beliau
ihi Shallallahu'alaihiwasallam. Serta
merta Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mengangkat
tangannya sembari bersabda: ALLAAHUMMA
INNII ABRA'U ILAIKA MIMMAA SHANA'A
KHALID (Ya Allah, saya berlepas diri
kepada kepada-MU dari perbuatan perbuatan-perbuatan Khalid bin Al
Walid. Beliau ulang dua kali.
4084. Telah menceritakan kepada kami
Muhammad Telah menceritakan kepada kami Affan dari Shakhr bin Juwairiyah dari
Abdurrahman bin Al Qasim dari Bapaknya dari Aisyah bahwa ketika Rasulullah saw bersandar
di dadaku, Abd Abdurrahman bin Abu Bakr masuk ke rumah sambil membawa kayu
siwak yang biasa dia pakai. Rasulullah saw pun melihat kepadanya. Aku berkata
kepadanya: “Berikan siwak itu kepadaku wahai Abdurrahman! Lalu dia memberikannya kepadaku. Kemudian aku bersihkan dan aku
kunyah setelah itu aku berikan kepada Rasulullah saw. Beliau pun bersiwak
dengannya. Aku tidak pernah melihat sebelumnya beliau bersiwak sebaik itu.
Setelah selesai, beliau mengangkat tangannya, atau jarinya seraya berkata;
'Arrafiiqul A'laa, Arrafiiqul A'laa (Ya Allah, sekarang aku memilih kekasihku
yang tertinggi sekarang aku memilih kekasihku yang tertinggi) sebanyak tiga
kali. Lalu beliau wafat. Aisyah berkata: “Beliau wafat di antara dagu dan
tenggo tenggorokanku”.
5904. Telah menceritakan kepada kami
Muhammad bin Al 'Ala` telah menceritakan kepada
kami Abu Usamah dari Buraid bin Abdullah
dari Abu Burdah dari Abu Musa dia berkata; Nabi
shallallahu 'alaihi wasallam meminta
diambilkan air, lalu beliau berwudlu, setelah itu beliau
mengangkat tangannya sambil berdo'a:
"Ya Allah, ampunilah 'Ubaid Abu 'Amir." Hingga aku
melihat putih ketiaknya, lalu beliau
melanjutkan do'anya: 'Ya Allah, jadik jadikanlah ia termasuk
anlah dari orang yang terbaik diantara
manusia di hari Kiamat kelak.'
6145. Telah menceritakan kepada kami Abul
yaman telah memberitakan kepada kami
Syu'aib dari Az Zuhri mengatakan; telah menceritakan
kepadaku Urwah dari Abu Humaid As
Sa'idi bahwasanya ia mengabarkan
kepadanya, bahwa Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam
mempekerjaka mempekerjakan karyawan zakat
('amil). Setelah selesai dari kerjanya, 'amil tadi mendatangi
n Nabi dan berujar; 'Wahai Rasulullah,
ini untuk kalian dan ini dihadiahkan untukku'. Lantas
Nabi bersabda: "tidakkah kamu duduk
duduk-duduk saja di rumah ayahmu atau ibumu kemudian
kam kamu cermati, apakah kamu memperoleh
hadiah ataukah tidak?" Kemudian Rasulullah
u Shallallahu'alaihi wa sallam berdiri
diwaktu sore setelah berdoa, bersyahadat, dan memuji
Allah dengan puji puji-pujian yang
semestinya bagi bagi-Nya, kemudian beliau memulai: "Amma
ba'du. Ada apa gerangan dengan 'amil
zakat yang kami pekerjakan, dia mendatangi kami dan
berujar; 'Ini dari pekerjaan kalian dan
ini hadiah untukku, tidakkah ia duduk duduk-duduk saja di
rumah ayahnya atu ibunya lantas ia
cermati, apakah ia memperoleh hadiah ataukah ti tidak? dak?
Demi dzat yang jiwa Muhammad di Tangan
Tangan-Nya, tidaklah salah seorang diantara kalian
mengambil harta tanpa haknya, selain pada
hari kiamat nanti harta itu ia pikul diatas
tengkuknya, dan jika unta, ia akan
memikulnya dan mengeluarkan suara unta, dan jik jika sapi,
a maka sapi itu dipikulnya dan melenguh,
dan jika harta yang ia ambil berupa kambing, maka
kambing itu akan mengembik. Sungguh telah
kusampaikan." Kata Abu Humaid; 'kemudian
Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam
mengangkat tangannya hingga kami melih melihat warna
at putih ketiaknya.' Abu Humaid berkata;
'dan telah mendengar hal itu bersamaku adalah Zaid
bin Tsabit, dari Nabi shallallahu 'alaihi
wasallam, maka tanyailah dia.'
6464. Telah menceritakan kepada kami
Ubaid bin Isma'il, telah menceritakan kepada kami
Abu Usamah dari Hisyam dari ayah ayahnya,
dari Abu Humaid As Sa'idi mengatakan, Rasulullah
nya, Shallallahu'alaihiwasallam pernah
mempekerjakan seorang laki laki-laki untuk mengelola zakat
bani Sulaim yang sering dipanggil dengan
nama Ibnu Al Latabiyah, tatkala dia datang, dia
menghitungnya dan berkata berkata; 'Ini
adalah hartamu dan ini hadiah.' Spontan Rasulullah
; Shallallahu'alaihiwasallam berujar:
"kenapa kamu tidak duduk duduk-duduk saja di rumah ayahmu
atau ibumu sampai hadiahmu datang
kepadamu jika kamu jujur." Kemudian beliau berpidato
di hadapan kami, memuja dan memuji Allah
terus bersabda: "Amma ba'd. Sesungguhnya
saya mempekerjakan salah seorang diantara
kalian untuk mengumpulkan zakat yang telah
Allah kuasakan kepadaku, lantas ia datang
dan mengatakan; 'ini hartamu dan ini hadiah yang
diberikan kepadaku, ' kenapa dia tidak
duduk duduk-duduk saja di rumah ayahnya atau ibunya
sampai hadiahnya datang kepadanya? Demi
Allah, tidaklah salah seorang diantara kalian
mengambil sesuatu yang bukan haknya,
selain ia menjumpai Allah pada hari kiamat dengan
memikul hak itu, ak aku tahu salah
seorang diantara kalian menjumpai Allah dengan memikul
u unta yang mendengus, atau sapi yang
melenguh, atau kambing yang mengembik." Kemudian
beliau mengangkat tangannya hingga
terlihat putih ketiaknya seraya mengatakan: "Ya Allah,
bukankah aku telah menyampaikan apa yang
kulihat dengan mataku dan kudengar dengan
dua telingaku?"
Komentar