Imam Mengangkat Tan Tangan Ketika Berdo'a Istisqa'





973. Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Basysyar telah menceritakan kepada
kami Yahya dan Ibnu Abi 'Adi dari Sa'id dari Qatadah dari Anas bin Malik berkata, "N Nabi abi
shallallahu 'alaihi wasallam tidak pernah mengangkat tangannya saat berdoa kecuali ketika
berdoa dalam shalat istisqa'. Beliau mengangkat tangannya hingga terlihat putih kedua
ketiaknya."

1634. Telah menceritakan kepada kami Isma'il bin 'Abdullah berkata, telah menceritakan kepada saya saudaraku dari Sulaiman dari Yunus bin Yazid dari Ibnu Syihab dari Salim bin 'Abdullah bahwa 'Abdullah bin 'Umar ra melempa melempar Al Jumrah Ad r Ad-Dunya (Al Ulaa, awal) dengan tujuh kerikil kemudian bertakbir pada setiap kali lemparannya, kemudian dia maju hingga sampai pada permukaan yang datar dia berdiri menghadap qiblat dengan agak lama, lalu berdo'a dengan mengangkat kedua tangannya, kemudian melempar jumrah Al Wustho seperti itu pula, dia mengambil jalan sebelah kiri pada dataran yang rata lalu berdiri menghadap qiblat dengan agak lama, lalu berdo'a dengan mengangkat kedua tangannya, kemudian melempar jumrah Al 'Aqabah dari dasar lembah dan dia tidak berhenti disitu lalu berkata: "Begitulah aku melihat Nabi saw mengerjakannya".

2407. Telah menceritakan kepada kami 'Abdullah bin Muhammad telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Az Zuhriy dari 'Urwah bin Az Zubair dari Abu Humaid as as-Sa'idiy ra berkata: Nabi saw memperkerjakan seorang laki allam laki-laki dari suku Al azdiy sebagai pemungut zakat. Ketika datang dari tugasnya, dia berkata: "Ini untuk kalian sebagai zakat dan ini dihadiahkan untukku". Beliau berkata: "Biarkanlah dia tinggal di rumah ayahnya atau ibunya lalu dia lihat apakah benar itu dihadiahkan untuknya atau tidak. Dan demi Dzat yang jiwaku di tangan-Nya, tidak seorag pun yang mengambil sesuatu dari zakat kecuali dia akan datang pada hari qiyamat dengan dipikulkan di atas lehernya berupa unta yang berteriak, atau sapi yang melembuh atau kambing yang mengembik". Kemudia Beliau mengangkat tangan Beliau sehingga terlihat oleh kami ketiak beliau yang putih dan (berkata): "Ya Allah bukankah aku sudah sampaikan, bukankah aku sudah sampaikan"…. sebanyak tiga kali kali".

2769. Telah bercerita kepada kami 'Abdullah bin Muhammad telah bercerita kepada kami Sufyan dari Ayyub dari Muhammad dari Anas ra berkata Nabi saw mendatangi Khaibar pada waktu shubuh dimana penduduk Khaibar sedang keluar dengan membawa alat bertani (cangkul, sekop dhl) di atas leher (pundak pundak-pundak)mereka. Tatkala mereka melihat Beliau saw, mereka berkata: "Muhammad dan pasukannya, Muhammad dan pasukannya". Lalu mereka berlindung di balik benteng. Lalu Nabi saw mengangkat kedua belah tangan Beliau dan berdo'a: "Allahu Akbar Akbar, hancurlah Khaibar. Sesungguhnya kami apabila mendatangi, perkampungan suatu kaum, maka amat buruklah pagi hari yang dialami orang orang-orang yang diperingatkan tersebut". Kemudian kami mendapatkan keledai-keledai sebagai harta rampasan perang lalu kami memasaknya. Kemudian seorang penyeru Nabi saw berseru: "Sesungguhnya Allah dan Rosul Rosul-Nya telah melarang kalian memakan daging daging-daging keledai". Hingga akhirnya seluruh kuali (bejana untuk memasak) beserta isinya ditumpahkan. Hadits ini juga ditelusuri oleh 'Ali dari Sufyan: "Nabi saw mengangkat kedua belah tangan Beliau".

3113. Dan telah bercerita kepadaku 'Abdullah bin Muhammad telah bercerita kepada kami 'Abdur Razzaq telah mengabarkan kepada kami Ma'mar dari Ayyub as as-Sakhtiyaniy dan Katsir
bin Katsir bin Al Muthallib binAbi Wada'ah satu sama lain saling melengkapi dari Sa'id bin Jubair berkata Ibnu 'Abbas radliallahu 'anhuma; "Wanita pertama yang menggunakan ikat pinggang adalah ibu Nabi Isma'il as. Dia menggunakannya untuk menghilangkan. jejak dari Sarah kemudian Ibrahim 'Alaihissalam membawanya berserta anaknya Isma'il yang saat itu ibunya masih menyusuinya hingga Ibrahim as menempatkan keduanya dekat Baitullah (Ka'bah) pada sebuah gubuk di atas zamzam di ujung masjidil Haram. Waktu itu di Makkah tidak ada seorangpun yang tinggal di sana dan tidak ada pula air. Ibrahim menempatkan keduanya di sana dan meninggalkan semacam karung berisi kurma dan kantung/geriba berisi air. Kemudian Ibrahim pergi untuk meninggalkan keduanya. Maka ibu Isma'il mengikutinya seraya berkata; "Wahai Ibrahim, kamu mau pergi kemana? Apakah kamu (tega) meninggalkan kami di lembah yang tidak ada seorang manusia dan tidak ada sesuatu apapun ini". Ibu Isma'il terus saja mengulang-ulang pertanyaannya berkali berkali-kali hingga akhirnya Ibrahim tidak menoleh lagi kepadanya. Akhirnya ibu Isma'il bertanya: "Apakah Allah yang memerintahkan kamu atas semuanya ini?". Ibrahim menjawab: "Ya". Ibu Isma'il berkata: "Kalau begitu, Allah tidak akan menelantarkan kami". Kemudian ibu Isma'il kembali dan Ibrahim melanjutkan perjalanannya hingga ketika sampai pada sebuah bukit dan orang orang-orang tidak melihatnya lagi, Ibrahim menghadap ke arah Ka'bah lalu berdo'a untuk mereka dengan beberapa kalimat do'a dengan mengangkat kedua belah tangannya, katanya: "Rabbi, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian dari keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanaman tanaman-tanaman di dekat rumah rumah-Mu yang disucikan" hingga sampai kepada “semoga mereka menjadi hamba-hamba yang bersyukur”. (QS Ibrahim: 37). Kemudian ibu Isma'il mulai menyusui anaknya dan minum dari air persediaan hingga ketika air yang ada pada geriba habis dia menjadi haus begitu juga anaknya. Lalu dia memandang kepada Isma'il sang bayi yang sedang meronta-ronta", atau dia berkata dengan redaksi: "Berguling-guling di atas tanah". Kemudian Hajar pergi meninggalkan Isma'il dan tidak kuat melihat keadaannya. Maka dia mendatangi bukit Shafaa sebagai gunung yang
paling dekat keberadaannya dengan dengannya. Dia berdiri disana lalu menghadap ke arah lembah
nya. dengan harapan dapat melihat orang di sana namun dia tidak melihat seorang pun. Maka dia
turun dari bukit Shafaa dan ketika sampai di lembah dia menyingsingkan ujung pakaiannya
lalu berusaha keras layak layaknya seorang manusia yang berjuang keras hingga ketika dia dapat
nya melewati lembah dan sampai di bukit Marwah lalu beridiri di sana sambil melihat melihat-lihat
apakah ada orang di sana namun dia tidak melihat ada seorang pun. Dia melakukan hal itu
sebanyak tujuh kal kali (antara bukit Shafa dan Marwah). Ibnu 'Abbas radliallahu 'anhu berkata;
i Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Itulah sa'iy yang mesti dilakukan oleh manusia
(yang berhajji) antara kedua bukit itu". Ketika berada di puncak Marwah, dia mendengar ada
suara, lalu dia berkata dalam hatinya "diamlah" yang Hajar maksud adalah dirinya sendiri.
Kemudian dia berusaha mendengarkanya maka dia dapat mendengar suara itu lagi maka dia
berkata; "Engkau telah memperdengarkan suaramu jika engkau bermaksud meminta
pe pertolongan". Ternyata suara itu adalah suara malaikat (Jibril 'Alaihissalam) yang berada di
rtolongan". dekat zamzam, lantas Jibril mengais air dengan tumitnya" atau katanya; dengan sayapnya
hingga air keluar memancar. Ibu Isma'il mulai membuat tampungan air dengan tan tangannya gannya
seperti ini yaitu menciduk air dan memasukkannya ke geriba sedangkan air terus saja
memancar dengan deras setelah diciduk". Ibnu 'Abbas radliallahu 'anhuma berkata; Nabi
shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Semoga Allah merahmati Ummu Isma'il (Si Siti Hajar)
ti karena kalau dia membiarkan zamzam" atau sabda Beliau: " kalau dia tidak segera
menampung air tentulah air zamzam itu akan menjadi air yang mengalir". Akhirnya dia dapat
minum air dan menyusui anaknya kembali. Kemudian malaikat berkata kepadanya:
"Janganlah kalian takut ditelantarkan karena disini adalah rumah Allah, yang akan dibangun
oleh anak ini dan ayahnya dan sesungguhnya Allah tidak akan menyia menyia-nyiakan hamba hamba-Nya".
Pada saat itu Ka'bah Baitullah posisinya agak tinggi dari permukaan tanah sep seperti sebuah
erti bukit kecil, yang apabila datang banjiir akan terkikis dari samping kanan dan kirinya. Ibu
Isma'il, Hajar, terus melewati hidup seperti itu hingga kemudian lewat serombongan orang
dari suku Jurhum atau keluarga Jurhum yang datang dari jalur buk bukit Kadaa' lalu singgah di
it hilir Makkah kemudian mereka melihat ada seekor burung sedang terbang berputar berputar-putrar.
Mereka berseru; "Burung ini pasti berputar karena mengelilingi air padahal kita mengetahui
secara pasti bahwa di lembah ini tidak ada air. Akhi Akhirnya mereka mengutus satu atau dua
rnya orang yang larinya cepat dan ternyata mereka menemukan ada air. Mereka kembali dan
mengabarkan keberadaan air lalu mereka mendatangi air. Beliau berkata: "Saat itu Ibu
Isma'il sedang berada di dekat air". Mereka berkata k kepadanya; "Apakah kamu mengizinkan
epadanya; kami untuk singgah bergabung denganmu di sini?". Ibu Isma'il berkata; "Ya boleh tapi kalian
tidak berhak memiliki air". Mereka berkata; "Baiklah". Ibnu 'Abbas radliallahu 'anhuma
berkata; Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Ibu Isma'il menjadi senang atas
peristiwa ini karena ada orang orang-orang yang tinggal bersamanya". Akhirnya mereka pun tinggal
disana dan mengirim utusan kepada keluarga mereka untuk mengajak mereka tinggal
bersama bersama-sama di sana". Ketika para keluar keluarga dari mereka sudah tinggal bersama Hajar dan
ga Isma'il sudah beranjak belia, dia belajar berbahasa arab dari mereka, bahkan menjadi
manusia paling berharga dan paling ajaib di kalangan mereka. Kemudian Isma'il tumbuh
menjadi seorang pemuda yang disenangi o oleh mereka. Setelah dewasa, mereka menikahkan
leh Isma'il dengan seorang wanita dari mereka dan tak lama kemudian ibu Isma'il meninggal
dunia. Di kemudian hari Ibrahim datang setelah Isma'il menikah untuk mencari tahu apa
yang telah ditinggalkannya namun dia t tidak menemukan Isma'il. Ibrahim bertanya tentang
idak Isma'il kepada istrinya Isma'il. Istrinya menjawab; "Dia sedang pergi mencari nafkah untuk
kami. Lalu Ibrahim bertanya tentang kehidupan dan keadaan mereka. Istri Isma'il menjawab;
"Kami mengalami banyak keb keburukan dan hidup kami sempit dan penuh penderitaan yang
urukan berat". Istri Isma'il mengadukan kehidupan yang dijalaninya bersama suaminya kepada
Ibrahim. Ibrahim berkata; "Nanti apabila suami kamu datang sampaikan salam dariku dan
katakan kepadanya agar menguba mengubah daun pintu rumahnya". Ketika Isma'il datang dia
h merasakan sesuatu lalu dia bertanya kepada istrinya; "Apakah ada orang yang datang
kepadamu?". Istrinya menjawab; "Ya. Tadi ada orang tua begini begini keadaannya datang
kepada kami dan dia menanyakan kamu lalu aku terangkan dan dia bertanya kepadaku
tentang keadaan kehidupan kita maka aku terangkan bahwa aku hidup dalam kepayahan
dan penderitaan". Isma'il bertanya; "Apakah orang itu ada memberi pesan kepadamu
tentang sesuatu?". Istrinya menjawab; "Ya. Dia m memerintahkan aku agar aku menyampaikan
emerintahkan salam darinya kepadamu dan berpesan agar kamu mengubah daun pintu rumah kamu".
Isma'il berkata; "Dialah ayahku dan sungguh dia telah memerintahkan aku untuk
menceraikan kamu maka itu kembalilah kamu kepada keluargamu" keluargamu". Maka Isma'il
. menceraikan istrinya. Kemudian Isma'il menikah lagi dengan seorang wanita lain dari
kalangan penduduk itu lalu Ibrahim pergi lagi meninggalkan mereka dalam kurun waktu yang
dikehendaki Allah dan setelah itu datang kembali untuk menemui merek mereka namun dia tidak
a mendapatkan Isma'il hingga akhirnya dia mendatangi istri Isma'il lalu bertanya kepadanya
tentang Isma'il. Istrinya menjawab; "Dia sedang pergi mencari nafkah untuk kami. Lalu
Ibrahim bertanya lagi; "Bagaimana keadaan kalian". Dia bertanya kepada istrinya Isma'il
tentang kehidupan dan keadaan hirup mereka. Istrinya menjawab; "Kami selalu dalam
keadaan baik baik-baik saja dan cukup". Istri Isma'il memuji Allah. Ibrahim bertanya; 'Apa
makanan kalian? '. Istri Isma'il menjawab; "Daging". Ibrahim be bertanya lagi; "Apa minuman
rtanya kalian? '. Istri Isma'il menjawab; "Air". Maka Ibrahim berdo'a: "Ya Allah, berkahilah mereka
dalam daging dan air mereka". Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Saat itu tidak ada
biji biji-bijian di Makkah dan seandainya ada te tentu Ibrahim sudah mendo'akannya". Dia berkata;
ntu "Dan dari doa Ibrahim tentang daging dan air itulah, tidak ada seorangpun selain penduduk
Makkah yang mengeluh bila yang mereka dapati hanya daging dan air". Ibrahim selanjutnya
berkata; "Jika nanti suamimu da datang, sampaikan salam dariku kepadanya dan
tang, perintahkanlah dia agar memperkokoh daun pintu rumahnya". Ketika Isma'il datang, dia
berkata: "Apakah ada orang yang datang kepadamu?". Istrinya menjawab; "Ya. Tadi ada
orang tua dengan penampilan sangat baik data datang kepada kami". Istrinya mengagumi
ng Ibrahim. Dia bertanya kepadaku tentang kamu maka aku terangkan lalu dia bertanya
kepadaku tentang keadaan hidup kita maka aku jawab bahwa aku dalam keadaan baik baik-baik
saja".". Isma'il bertanya; "Apakah orang itu ada membe memberi pesan kepadamu tentang
ri sesuatu?". Istrinya menjawab; "Ya. Dia memerintahkan aku agar aku menyampaikan salam
darinya kepadamu dan berpesan agar kamu mempertahankan daun pintu rumah kamu".
Isma'il berkata; "Dialah ayahku dan daun pintu yang dimaksud adala adalah kamu. Dia
h memerintahkanku untuk mempertahankan kamu". Kemudian Ibrahim meninggalkan mereka
lagi untuk waktu tertentu sebagaimana dikehendaki Allah, lalu datang kembali setelah itu
saat Isma'il meletakkan anak panahnya di bawah sebatang pohon dekat zamzam zamzam. Ketika dia
. melihatnya, dia segera menghampirinya dan berbuat sebagaimana layaknya seorang ayah
terhadap anaknya dan seorang anak terhadap ayahnya kemudian dia berkata; "Wahai
Isma'il, Allah memerintahkanku dengan suatu perintah". Isma'il berkata; "Lakuka Lakukanlah apa
nlah yang diperintahkan Rabbmu". Ibrahim berkata lagi; Apakah kamu akan membantu aku?".
Isma'il berkata; "Ya aku akan membantumu". Ibrahim berkata; "Allah memerintahkan aku
agar membangun rumah di tempat ini". Ibrahim menunjuk ke suatu tempat yang agak tinggi
di banding sekelilingnya". Perawi berkata; "Dari tempat itulah keduanya meninggikan
pondasi Baitullah, Isma'il bekerja mengangkut batu batu-batu sedangkan Ibrahim yang
menyusunnya (membangunnya) hingga ketika bangunan sudah tinggi, Isma'il datang
membaw membawa batu ini lalu meletakkannya untuk Ibrahim agar bisa naik di atasnya sementara
a Isma'il memberikan batu batu-batu' Keduanya bekerja sambil mengucapkan kalimat do'a; ("Rabb
kami, terimalah (amal) dari kami sesunggunya Engkau Maha Mendengar dan Maha
Mengetahui". Keduanya terus saja membangun hingga mengelilingi Baitullah dan keduanya
terus saja membaca do'a; ("Rabb kami, terimalah (amal) dari kami sesungguhnya Engkau
Maha Mendengar dan Maha Mengetahui"). (QS. Albaqarah 127).

3994. Telah menceritakan kepadaku Mahmud Telah menceritakan kepada kami Abdurrazaq
Telah mengabarkan kepada kami Ma'mar -lewat jalur periwayatan lain lain-Telah menceritakan
kepadaku Nu'aim Telah mengabarkan kepada kami Abdullah Telah mengabarkan kepada
kami Ma'mar d dari Azzuhri dari Salim dari Ayahnya katanya, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam
ari suatu kali mengirim Khalid bin Al Walid ke bani Jidzamah dengan misi mengajak mereka
masuk Islam, namun rupanya mereka belum fasih mengucapkan; "Aslamnaa" (kami masuk
Islam) seh sehingga mereka keceplosan mengucapkan Shabba'naa (yang makna secara harfiah
ingga kami sembah matahari), mereka terus saja mengucapkan Shabba'na, Shabba'na -sekalipun
maksudnya aslamnaa aslamnaa-Maka Khalid membantai diantara mereka dan sebagian lain ia tawan,
dan ia serah serahi masing i masing-masing kami seorang tawanan yang ia perintahkan untuk dibunuh di
hari selanjutnya. Saya protes "Demi Allah, saya tak akan membunuh tawananku, dan setiap
kawanku juga tak akan membunuh tawanannya." Hingga akhirnya kami menemui Nabi
shallallahu 'ala alaihi wasallam dan kami utarakan kasusnya kepada beliau
ihi Shallallahu'alaihiwasallam. Serta merta Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mengangkat
tangannya sembari bersabda: ALLAAHUMMA INNII ABRA'U ILAIKA MIMMAA SHANA'A
KHALID (Ya Allah, saya berlepas diri kepada kepada-MU dari perbuatan perbuatan-perbuatan Khalid bin Al
Walid. Beliau ulang dua kali.

4084. Telah menceritakan kepada kami Muhammad Telah menceritakan kepada kami Affan dari Shakhr bin Juwairiyah dari Abdurrahman bin Al Qasim dari Bapaknya dari Aisyah bahwa ketika Rasulullah saw bersandar di dadaku, Abd Abdurrahman bin Abu Bakr masuk ke rumah sambil membawa kayu siwak yang biasa dia pakai. Rasulullah saw pun melihat kepadanya. Aku berkata kepadanya: “Berikan siwak itu kepadaku wahai Abdurrahman!  Lalu dia memberikannya  kepadaku. Kemudian aku bersihkan dan aku kunyah setelah itu aku berikan kepada Rasulullah saw. Beliau pun bersiwak dengannya. Aku tidak pernah melihat sebelumnya beliau bersiwak sebaik itu. Setelah selesai, beliau mengangkat tangannya, atau jarinya seraya berkata; 'Arrafiiqul A'laa, Arrafiiqul A'laa (Ya Allah, sekarang aku memilih kekasihku yang tertinggi sekarang aku memilih kekasihku yang tertinggi) sebanyak tiga kali. Lalu beliau wafat. Aisyah berkata: “Beliau wafat di antara dagu dan tenggo tenggorokanku”.

5904. Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al 'Ala` telah menceritakan kepada
kami Abu Usamah dari Buraid bin Abdullah dari Abu Burdah dari Abu Musa dia berkata; Nabi
shallallahu 'alaihi wasallam meminta diambilkan air, lalu beliau berwudlu, setelah itu beliau
mengangkat tangannya sambil berdo'a: "Ya Allah, ampunilah 'Ubaid Abu 'Amir." Hingga aku
melihat putih ketiaknya, lalu beliau melanjutkan do'anya: 'Ya Allah, jadik jadikanlah ia termasuk
anlah dari orang yang terbaik diantara manusia di hari Kiamat kelak.'


6145. Telah menceritakan kepada kami Abul yaman telah memberitakan kepada kami
Syu'aib dari Az Zuhri mengatakan; telah menceritakan kepadaku Urwah dari Abu Humaid As
Sa'idi bahwasanya ia mengabarkan kepadanya, bahwa Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam
mempekerjaka mempekerjakan karyawan zakat ('amil). Setelah selesai dari kerjanya, 'amil tadi mendatangi
n Nabi dan berujar; 'Wahai Rasulullah, ini untuk kalian dan ini dihadiahkan untukku'. Lantas
Nabi bersabda: "tidakkah kamu duduk duduk-duduk saja di rumah ayahmu atau ibumu kemudian
kam kamu cermati, apakah kamu memperoleh hadiah ataukah tidak?" Kemudian Rasulullah
u Shallallahu'alaihi wa sallam berdiri diwaktu sore setelah berdoa, bersyahadat, dan memuji
Allah dengan puji puji-pujian yang semestinya bagi bagi-Nya, kemudian beliau memulai: "Amma
ba'du. Ada apa gerangan dengan 'amil zakat yang kami pekerjakan, dia mendatangi kami dan
berujar; 'Ini dari pekerjaan kalian dan ini hadiah untukku, tidakkah ia duduk duduk-duduk saja di
rumah ayahnya atu ibunya lantas ia cermati, apakah ia memperoleh hadiah ataukah ti tidak? dak?
Demi dzat yang jiwa Muhammad di Tangan Tangan-Nya, tidaklah salah seorang diantara kalian
mengambil harta tanpa haknya, selain pada hari kiamat nanti harta itu ia pikul diatas
tengkuknya, dan jika unta, ia akan memikulnya dan mengeluarkan suara unta, dan jik jika sapi,
a maka sapi itu dipikulnya dan melenguh, dan jika harta yang ia ambil berupa kambing, maka
kambing itu akan mengembik. Sungguh telah kusampaikan." Kata Abu Humaid; 'kemudian
Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam mengangkat tangannya hingga kami melih melihat warna
at putih ketiaknya.' Abu Humaid berkata; 'dan telah mendengar hal itu bersamaku adalah Zaid
bin Tsabit, dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, maka tanyailah dia.'


6464. Telah menceritakan kepada kami Ubaid bin Isma'il, telah menceritakan kepada kami
Abu Usamah dari Hisyam dari ayah ayahnya, dari Abu Humaid As Sa'idi mengatakan, Rasulullah
nya, Shallallahu'alaihiwasallam pernah mempekerjakan seorang laki laki-laki untuk mengelola zakat
bani Sulaim yang sering dipanggil dengan nama Ibnu Al Latabiyah, tatkala dia datang, dia
menghitungnya dan berkata berkata; 'Ini adalah hartamu dan ini hadiah.' Spontan Rasulullah
; Shallallahu'alaihiwasallam berujar: "kenapa kamu tidak duduk duduk-duduk saja di rumah ayahmu
atau ibumu sampai hadiahmu datang kepadamu jika kamu jujur." Kemudian beliau berpidato
di hadapan kami, memuja dan memuji Allah terus bersabda: "Amma ba'd. Sesungguhnya
saya mempekerjakan salah seorang diantara kalian untuk mengumpulkan zakat yang telah
Allah kuasakan kepadaku, lantas ia datang dan mengatakan; 'ini hartamu dan ini hadiah yang
diberikan kepadaku, ' kenapa dia tidak duduk duduk-duduk saja di rumah ayahnya atau ibunya
sampai hadiahnya datang kepadanya? Demi Allah, tidaklah salah seorang diantara kalian
mengambil sesuatu yang bukan haknya, selain ia menjumpai Allah pada hari kiamat dengan
memikul hak itu, ak aku tahu salah seorang diantara kalian menjumpai Allah dengan memikul
u unta yang mendengus, atau sapi yang melenguh, atau kambing yang mengembik." Kemudian
beliau mengangkat tangannya hingga terlihat putih ketiaknya seraya mengatakan: "Ya Allah,
bukankah aku telah menyampaikan apa yang kulihat dengan mataku dan kudengar dengan
dua telingaku?"



Komentar

Postingan populer dari blog ini

FADLILAH MEMBACA DALAIL KHOIROT AL JAZULI

ISTIQOMAH DAN TA'ALUQ PADA GURU