Silaturohim Alumni Rubath Tarim Yaman Kepada Al Habib M.Lutfhfi Bin Yahya
Rombongan alumni Rubbath tarim yang dipimpin oleh Habib Mahdi Bin Abdullah Al Athas dan Habib Zaki Al Habsyi Diterima langsung oleh Al Habib Luthfi bin Yahya. Maksud dan tujuan Rombongan Alumni Rubbattarim tersebut disamping silaturahim juga memohon do’a dan arahan dari Al Habib khususnya dalam metode dakwah sebagai bekal dakwah para alumnus ribat Tarim tersebut.
Al Habib Luthfi bin Yahya dalam
nasehatnya kepada para Alumnus Rubath Tarim se-Jawa Tengah tersebut,
menyampaikan ‘dakwah yang disampaikan kepada masyarakat harus
menyesuaikan adat istiadat masyarakat setempat. Beliau juga menyampaikan
perlunya rendah hati dalam menyampaikan dakwahnya jangan merasa lulusan
dari Rubath Tarim terus merasa lebih dari Kiyai-kiyai setempat, bahkan
mungkin kiyai-kiyai sepuh setempat lebih alim. Beliau juga
menghimbau pelajaran-pelajaran yang belum sempat di muthola’ah di
Rubath Tarim supaya dipelajari di tanah air dengan cara tabaruk pada
kiyai sepuh setempat untuk mutholaah pelajaran tersebut.
Dalam kesempatan tersebut beliau meminta kepada para alumnus Rubath Tarim untuk melaksanakan Haul guru besar Rubath tarim yaitu Al Habib Abdullah Bin Umar as Syatiri ayahanda dari Habib Hasan Bin Abdullah dan Habib Salim Bin Abdullah as Syatiri (pengasuh Rubath Tarim sekarang). Haul bisa dilaksanakan berbarengan dengan peringatan haul ulama sepuh setempat, tidak harus disendirikan.
Rubat Tarim yang telah banyak mencetak ulama besar di Asia Tenggara, Afrika dan penjuru dunia lainnya, termasuk Indonesia. Termasuk Habib Ali Bin Ahmad Bin Abdullah Alathas Pekalongan, Habib Abdullah Syami Jakarta dan masih banyak yang lainnya.
Rubath tarim Adalah sebuah lembaga pendidikan seperti pondok pesantren yang berada di kota Tarim, Hadlramaut Yaman. Saat ini Rubath Tarim di asuh oleh Habib Salim bin Abdullah as Syatiri, menggantikan sang kakak, Habib Hasan Bin Abdullah as Syatiri.
Kota tarim adalah sebuah Kota yang
besarnya tidak lebih dari luas sebuah kecamatan di Indonesia ini memang
sangat istimewa. Walaupun kecil namun jumlah mesjidnya saja sangat
banyak, kurang lebih 365 buah, dan zawiyah-zawiyah yang makna asalnya
adalah pojok-pojok yang berfungsi sebagai tempat ibadah para ubbad (ahli
ibadah).
Disitu para pelajar belajar ilmu nahwu,
fiqh, dan ilmu-ilmu lainnya dengan para guru-guru yang ada di tiap-tiap
zawiyah atau masjid tersebut. Seperti zawiyah Syekh Ali bin Abu Bakar as
Sakron Bin Abdurrahman as Seqqaf yang diasuh oleh al Allamah Mufti
Diyar Hadramiyah al Habib Abdurrahman bin Muhammad al Masyhur, kemudian
zawiyah mesjid Sirjis dan Awwabin dengan Syekh al-Allamah Muhammad bin
Ahmad al-Khatib, zawiyah mesjid Nafi’ diasuh al-Allamah Syekh Ahmad bin
Abdullah al Bakri al Khatib. Kota Tarim dikenal dengan kota seribu
Wali. (Hb. Sholeh Alatas/nzr/hly.net)
Komentar