ayo hadir di haul solo besok
Abu al-Laits mengatakan " Seseorang yang duduk disisi orang alim
walaupun tidak mampu menghafal sedikit ilmu,tetap ia akan mendapatkan
kemuliaan.yaitu keutamaan orang yang belajar,terpelihara dari
dosa,mendapatkan rohmat ketika keluar dari rumahnya,turut kebagian
rohmatnya yang turun dalam halaqoh-halaqoh,dan akan dituliskan baginya
ketaatan selama tetap mendengarnya.apabila hatinya sempit karena tidak
dapat memahami maka kesedihannya merupakan penghubung menuju kehadirat
Alloh,karena Allih telah berfirman, ' Aku berada disisi orang-orang yang
hatinya sedih karena Aku ' .artinya,Alloh menjadi penghibur dan
penolong mereka.
( dikutip dari kitab Bughyah al-Mustarsyidin dan kitab Manhajus Sawi Syarah Ushul Thoriqoh saadah Ba 'Alawi )
--------------------------------------
NB :
1. Ampunan Dosa Karena
Memandang Ulama
وقال صلى الله عليه وسلم: من نظر إلى وجه العالم نظرة ففرح بها خلق الله تعالى من تلك النظرة ملكا يستغفر له إلى يوم القيامة
Nabi SAW bersabda: “Barangsiapa memandang wajah orang ‘alim dengan pandangan yang menyenangkan maka Allah akan menciptakan malaikat dari pandangan tersebut yang akan memohonkan ampunan kepada orang tersebut di hari kiamat.”
2. Memuliakan Ulama, Surga Imbalannya
وقال النبي صلى الله عليه وسلم: من أكرم عالما فقد أكرمني، ومن أكرمني فقد أكرم الله، ومن أكرم الله فمأواه الجنة
Nabi SAW bersabda: “Barangsiapa memuliakan orang ‘alim, berarti ia telah memuliakan aku. Barangsiapa memuliakan aku, berarti memuliakan Allah. Barang siapa memuliakan Allah, maka tempat kembalinya adalah surga.”
3. Keutamaan Tidurnya Ulama
وقال النبي صلى الله عليه وسلم: نَوْمُ العَالِمِ أَفْضَلُ مِنْ عِبَادَةِ الجَاهِلِ
Nabi SAW bersabda: “Tidurnya orang ‘alim adalah lebih utama dari pada ibadahnya orang bodoh.”
4. Belajar Satu Bab Lebih Utama
وقال النبي صلى الله عليه وسلم: مَنْ تَعَلَّمَ بَابًا مِنَ العِلْمِ، يَعْمَلُ بهِ أوْ لَمْ يَعْمَلْ بهِ كَانَ أَفْضَلَ مِنْ أَنْ يُصَلِّي أَلْفَ رَكْعَةٍ تَطَوُّعًا
Nabi SAW bersabda: “Barang siapa belajar ilmu satu bab, diamalkan atau tidak, adalah lebih utama dari pada shalat sunnat 1000 (seribu) rekaat.”
5. Keutamaan Berkunjung Kepada Orang ‘Alim
وقال النبي صلى الله عليه وسلم: مَنْ زَارَ عَالِمًا فَكَأَنَمَّا زَارَنِي، وَمَنْ صَافَحَ عَالِمًا فَكَأَنَّما صَافَحَنِي، وَمَنْ جَالَسَ عَالِمًا فَكَأَنَّما جَالَسَنِي في الدُّنْيَا، وَمَنْ جَالَسَنِي في الدُّنْيَا أَجْلَسْتُهُ مَعِيْ يَوْمَ القِيَامَةِ
Nabi SAW bersabda: “Barang siapa mengunjungi orang alim, maka seolah-olah ia mengunjungiku. Barang siapa berjabat tangan dengan orang alim, maka seolah-olah ia berjabat tangan denganku. Barang siapa duduk berdampingan dengan orang alim, maka seolah-olah ia duduk berdampingan dengan denganku di dunia. Barang siapa duduk berdampingan denganku di dunia.
6.keutamaan duduk bersama ulama.
Dari Ibnu Abbas semoga Allah meridhoi keduanya, dia berkata: 'Rasulallah Shalallahu 'alaihi wa sallam pernah di tanya; 'Ya Rasulalloh, siapakah teman duduk yang paling baik? Beliau menjawab: "Orang yang ketika kamu melihatnya membuatmu teringat Allah , dan apabila kamu mendengar perkataannya akan membuatmu bersemangat untuk menambah amal kebaikan , dan orang yang amalannya membuatmu mengingat akhirat". ( HR Abu Ya'la dan para perawinya semuanya shahih selain Mubarak bin Hasaan )
( dikutip dari kitab Bughyah al-Mustarsyidin dan kitab Manhajus Sawi Syarah Ushul Thoriqoh saadah Ba 'Alawi )
--------------------------------------
NB :
1. Ampunan Dosa Karena
Memandang Ulama
وقال صلى الله عليه وسلم: من نظر إلى وجه العالم نظرة ففرح بها خلق الله تعالى من تلك النظرة ملكا يستغفر له إلى يوم القيامة
Nabi SAW bersabda: “Barangsiapa memandang wajah orang ‘alim dengan pandangan yang menyenangkan maka Allah akan menciptakan malaikat dari pandangan tersebut yang akan memohonkan ampunan kepada orang tersebut di hari kiamat.”
2. Memuliakan Ulama, Surga Imbalannya
وقال النبي صلى الله عليه وسلم: من أكرم عالما فقد أكرمني، ومن أكرمني فقد أكرم الله، ومن أكرم الله فمأواه الجنة
Nabi SAW bersabda: “Barangsiapa memuliakan orang ‘alim, berarti ia telah memuliakan aku. Barangsiapa memuliakan aku, berarti memuliakan Allah. Barang siapa memuliakan Allah, maka tempat kembalinya adalah surga.”
3. Keutamaan Tidurnya Ulama
وقال النبي صلى الله عليه وسلم: نَوْمُ العَالِمِ أَفْضَلُ مِنْ عِبَادَةِ الجَاهِلِ
Nabi SAW bersabda: “Tidurnya orang ‘alim adalah lebih utama dari pada ibadahnya orang bodoh.”
4. Belajar Satu Bab Lebih Utama
وقال النبي صلى الله عليه وسلم: مَنْ تَعَلَّمَ بَابًا مِنَ العِلْمِ، يَعْمَلُ بهِ أوْ لَمْ يَعْمَلْ بهِ كَانَ أَفْضَلَ مِنْ أَنْ يُصَلِّي أَلْفَ رَكْعَةٍ تَطَوُّعًا
Nabi SAW bersabda: “Barang siapa belajar ilmu satu bab, diamalkan atau tidak, adalah lebih utama dari pada shalat sunnat 1000 (seribu) rekaat.”
5. Keutamaan Berkunjung Kepada Orang ‘Alim
وقال النبي صلى الله عليه وسلم: مَنْ زَارَ عَالِمًا فَكَأَنَمَّا زَارَنِي، وَمَنْ صَافَحَ عَالِمًا فَكَأَنَّما صَافَحَنِي، وَمَنْ جَالَسَ عَالِمًا فَكَأَنَّما جَالَسَنِي في الدُّنْيَا، وَمَنْ جَالَسَنِي في الدُّنْيَا أَجْلَسْتُهُ مَعِيْ يَوْمَ القِيَامَةِ
Nabi SAW bersabda: “Barang siapa mengunjungi orang alim, maka seolah-olah ia mengunjungiku. Barang siapa berjabat tangan dengan orang alim, maka seolah-olah ia berjabat tangan denganku. Barang siapa duduk berdampingan dengan orang alim, maka seolah-olah ia duduk berdampingan dengan denganku di dunia. Barang siapa duduk berdampingan denganku di dunia.
6.keutamaan duduk bersama ulama.
Dari Ibnu Abbas semoga Allah meridhoi keduanya, dia berkata: 'Rasulallah Shalallahu 'alaihi wa sallam pernah di tanya; 'Ya Rasulalloh, siapakah teman duduk yang paling baik? Beliau menjawab: "Orang yang ketika kamu melihatnya membuatmu teringat Allah , dan apabila kamu mendengar perkataannya akan membuatmu bersemangat untuk menambah amal kebaikan , dan orang yang amalannya membuatmu mengingat akhirat". ( HR Abu Ya'la dan para perawinya semuanya shahih selain Mubarak bin Hasaan )
Komentar