BELA NEGARA JURUS AMPUH
Kanzus Shalawat, sebagai rangkaian
kegiatan Peringatan Maulid Akbar Kanzus Shalawat akan menggelar
Konferensi Internasional Bela Negara di Hotel Santika Pekalongan, Jawa
Tengah, pada 15 Januari mendatang. (Baca juga: Islam Nusantara, Hari Santri, Bela Negara: 3 Jurus NKRI Perangi Kelompok Khilafah dan Radikal)
Konferensi
internasional yang meng usung tema “Bela Negara: Konsep dan Urgensinya
dalam Islam” itu digelar untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.
Acara ini rencananya akan dihadiri ulama tarekat dari seluruh Indonesia
dan ulama thoriqoh dari berbagai negara, seperti Syekh Aziz Abidin dari
Amerika Serikat, Syekh Fadhil dari Turki, Syekh Aziz Al- Iddrisi dari
Maroko, Syekh Muhammad Sulaiman dari Sudan, Syekh Zaid bin Yahya dari
Yaman, Syekh Aun Al-Qaddumi dari Yordania, dan Syekh Adnan Al-Afiyuni
dari Suriah. (Baca juga: Kyai Said: TNI dan Santri Harus Menyatu Lawan Radikalisme Dalam Bela Negara)
Konferensi
internasional yang meng usung tema “Bela Negara: Konsep dan Urgensinya
dalam Islam” itu digelar untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.
Acara ini rencananya akan dihadiri ulama tarekat dari seluruh Indonesia
dan ulama thoriqoh dari berbagai negara, seperti Syekh Aziz Abidin dari
Amerika Serikat, Syekh Fadhil dari Turki, Syekh Aziz Al- Iddrisi dari
Maroko, Syekh Muhammad Sulaiman dari Sudan, Syekh Zaid bin Yahya dari
Yaman, Syekh Aun Al-Qaddumi dari Yordania, dan Syekh Adnan Al-Afiyuni
dari Suriah. (Baca juga: Kyai Said: TNI dan Santri Harus Menyatu Lawan Radikalisme Dalam Bela Negara)
Para ulama thoriqoh memandang masalah
bela negara sekarang sangat penting untuk diperhatikan, ujar Ketua
Jatman Al-Habib Muhammad Luthfi da lam keterangan pers yang diterima
Republika, Jumat (8/1).
Habib Luthfi mengajak seluruh kalangan
thoriqoh untuk sungguh-sungguh mengoptimalkan kekuatan spiritualitas
jamaah guna menguatkan as pek bela negara. Pentingnya meningkat kan
aspek bela negara, kata dia, juga tidak terlepas dari pengaruh kon flik
di negara-negara Timur Tengah yang secara langsung berdampak pada
Indonesia.
Menurutnya, ketegangan di Timur Tengah tidak semata-mata menyangkut masalah politik, tetapi juga masalah agama. Terlebih, ketegangan tersebut mulai berimbas pada umat Islam di Indonesia dan menimbulkan keprihatinan para ulama thoriqoh. (Baca juga: Prof KH Didin Hafidudin: Pimpinan Ormas Islam Diminta Kerahkan Jamaah Ikut Bela Negara)
“Melalui konferensi ini, diharapkan
kesadaran bela negara bisa bangkit didasarkan spiritualitas seperti yang
diajarkan dan dicontohkan Nabi Muhammad SAW” jelas dia.
Konferensi internasional itu membahas
tiga aspek utama, yakni akidah, ekonomi, dan pendidikan. Dalam aspek
akidah, kata Habib Lutfhi, dunia Islam saat ini sangat membutuhkan
akidah yang benar. Yakni, akidah berkarakter tawasuth (moderat) serta
tasamuh (toleran). (Baca juga: Sekjen ISNU: Wahabi dan Barat Hancurkan Islam dengan Isu Sektarian dan Palsukan Hadis Aswaja)
Sehingga, Islam benar-benar menjadi agama yang rahmatan lil alamin. “Pilar akidah yang benar ini sekarang dirongrong oleh gerakan-gerakan radikal yang memicu konflik dan peperangan di antara umat dengan mengatasnamakan akidah,” tegas dia.
Persoalan tersebut, kata dia, perlu
diluruskan sehingga perbedaan tidak lagi dijadikan alasan untuk saling
menyalahkan. Menurutnya, perbedaan harus dijadikan modal sosial untuk
membangun ikatan sosial yang kuat di antara manusia. Dalam aspek
ekonomi, Habib Luthfi menjelaskan, sumber-sumber ekonomi cenderung
dijadikan sumber konflik yang bisa merusak kesejahteraan umat manusia.
Padahal, sumber-sumber ekonomi, seperti tanah, air, dan barang, harus
dikelola untuk kemakmuran beersama.
“Para ahli thoriqoh perlu memiliki
kesadaran bersama menyangkut aspek ekonomi hingga dapat berperan baik
dalam peningkatan ekonomi jamaahnya berdasarkan nilai-nilai keagamaan,”
jelasnya. (Baca juga: BNPT: Tujuan Radikalisme-Terorisme Ingin Ganti Pancasila dan Dirikan Khilafah)
Sedangkan, dalam aspek pendidikan, umat
Islam dinilai banyak absen dalam pendidikan internasional. Padahal, ujar
Habib Luthfi, keilmuan adalah hal yang bisa mengantarkan umat Islam
pada kemuliaan hidup di dunia dan akhirat. “Kebangkitan Islam pada akhir
abad 11 Masehi juga hasil kontribusi keilmuan para sufi seperti Imam
Al-Ghazali dan Syekh Abdul Qadir Jailani,” tambah dia. Ketiga aspek itu
merupakan aspek-aspek kunci dalam upaya menguatkan bela negara dari
perspektif para ulama thoriqoh. (Baca juga: Denny Siregar: Kelompok Khilafah Ingin Suriahkan Indonesia)
Nilai-nilai yang dikaji melalui
pendalaman dalam konferensi tersebut diharapkan dapat menjadi
nilai-nilai bela negara yang dijunjung tiga komponen bangsa, yakni
ulama, umara (pemerintah), dan jamaah.
Sumber: abah maulana Habib lutfi
Komentar