DAHSYATNYA CINTA


APAKAH sahabat Nabi Malik bin Sinan yang menjilat luka pada kepala Nabi صلى الله عليه و سلم dan meminum darah yang mengucur itu,sampai darah tidak keluar lagi?
Beliau adalah sahabat generasi terbaik yang bertemu langsung dan mendapat didikan dari Nabi, Jadi sangat jauh skala keilmuan, ibadah dan ilmu adabnya dibanding generasi setelah mereka.
Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu mengatakan:“Barangsiapa hendak mengambil teladan maka teladanilah orang-orang yang telah meninggal. Mereka itu adalah para sahabat Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka adalah orang-orang yang paling baik hatinya di kalangan umat ini. Ilmu mereka paling dalam serta paling tidak suka membeban-bebani diri. Mereka adalah suatu kaum yang telah dipilih oleh Allah guna menemani Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam dan untuk menyampaikan ajaran agama-Nya. Oleh karena itu tirulah akhlak mereka dan tempuhlah jalan-jalan mereka, karena sesungguhnya mereka berada di atas jalan yang lurus.” (fadhailus shahabaah).
Lantas, Apakah pelanggaran etika dan estetika Malik bin Sinan yang di suruh Nabi untuk meludahkan (membuang) darah yang ada didalam mulutnya, sungguh secara syari'at, sempat para sahabat ketakutan dan menilai itu adalah pelanggaran dan dosa terbesar, karena Ibnu Sinan tidak patuh akan perintah Nabi.
lantas apa jawaban Nabi kita Melihat apa yang dilakukan Malik bin Sinan, beliau bersabda, "Seseorang yang darahnya menyatu dengan darahku, maka api neraka tidak akan menyentuhnya."
dalam riwayat lain Nabi صلى الله عليه و سلم bersabda: "Muntahkan darah itu!" Malik رضي الله عنه menjawab: "Aku tidak akan memuntahkannya selama-lamanya." Bahkan, dia menelannya.
Nabi صلى الله عليه و سلم bersabda: "Barang siapa ingin melihat seorang dari ahli syurga, maka lihatlah kepada orang ini."
Sungguh suatu keberuntungan besar bagi engkau wahai sahabat kekasih Allah..Malik bin Sinan....

Komentar

Postingan populer dari blog ini

FADLILAH MEMBACA DALAIL KHOIROT AL JAZULI

ISTIQOMAH DAN TA'ALUQ PADA GURU