Sekedar Wawasan
Sering Share Ilmu Bukan Untuk “Sok Alim” Tetapi Berharap Pahala Dakwah
Tetap semangat berdakwah, mungkin tidak ϑι̥ sangka, satu share ilmu ϑαn faidah ternyata bisa memberikan hidayah kepada seseorang, walau hanya sekedar menekan “share”. Tentunya dengan niat Чǝлб ikhlas
Tidak mesti jadi ustadz, hanya menunjukkan ϑαn mengajak ke jalan Allah, Insya Allah mendapatkan pahala sebagaimana pelakunya.
Demikian juga share ilmu baik ϑι̥ dunia nyata maupun dunia maya. Semoga mendapat pahala sampai hari kiamat.
Tetap semangat berdakwah, mungkin tidak ϑι̥ sangka, satu share ilmu ϑαn faidah ternyata bisa memberikan hidayah kepada seseorang, walau hanya sekedar menekan “share”. Tentunya dengan niat Чǝлб ikhlas
Tidak mesti jadi ustadz, hanya menunjukkan ϑαn mengajak ke jalan Allah, Insya Allah mendapatkan pahala sebagaimana pelakunya.
Demikian juga share ilmu baik ϑι̥ dunia nyata maupun dunia maya. Semoga mendapat pahala sampai hari kiamat.
Rasulullah SAW bersabda;
مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ
“Barang siapa Чǝлб menunjukkan kepada sebuah kebaikan maka baginya seperti pahala pelakunya (HR. Muslim)
Imam An-Nawawi Rohimahullah menjelaskan;
المراد أن له ثوابا كما أن لفاعله ثوابا …
دل بالقول، واللسان، والإشارة، والكتابة
“Maksudnya adalah baginya pahala sebagaimana pahala Чǝлб mengerjakan…ia menunjukkan dengan perkataan, lisan, ISYARAT dan tulisan.” (Syarah Shahih Muslim)
Bukannya merasa “sok alim ϑαn sok ustadz”, tetapi ini Чǝлб ϑι̥ harapkan
Terkadang terbetik bisikan “kamu juga banyak maksiat, jangan sok alim ϑαn sok suci”
tetapi teringat perkataan ulama “Kalau menunggu suci sekali, tidak akan αϑα Чǝлб berdakwah”
Ibnu Hazm Rohimahullah berkata;
ولو لم ينه عن الشر إلا من ليس فيه منه شيء ولا أمر بالخير إلا من استوعبه؛ لما نهى أحد عن شر ولا أمر بخير بعد النبي صلى الله عليه وسلم
“Seandainya Чǝлб melarang dari dosa harus orang Чǝлб tidak terlepas dosa ϑαn Чǝлб memerintahkan kebaikan harus orang Чǝлб sudah melakukan kebaikan semua, maka tidak αϑα lagi Чǝлб melarang dari keburukan ϑαn mengajak kebaikan kecuali Nabi SAW" (Akhlaq Was-Siyar; hal. 252-253)
Imam Ali bin Abi Tholib berkata; Janganlah kamu lihat siapa Чǝлб berkata tetapi lihatlah άpά Чǝлб ϑι̥ katakannya
مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ
“Barang siapa Чǝлб menunjukkan kepada sebuah kebaikan maka baginya seperti pahala pelakunya (HR. Muslim)
Imam An-Nawawi Rohimahullah menjelaskan;
المراد أن له ثوابا كما أن لفاعله ثوابا …
دل بالقول، واللسان، والإشارة، والكتابة
“Maksudnya adalah baginya pahala sebagaimana pahala Чǝлб mengerjakan…ia menunjukkan dengan perkataan, lisan, ISYARAT dan tulisan.” (Syarah Shahih Muslim)
Bukannya merasa “sok alim ϑαn sok ustadz”, tetapi ini Чǝлб ϑι̥ harapkan
Terkadang terbetik bisikan “kamu juga banyak maksiat, jangan sok alim ϑαn sok suci”
tetapi teringat perkataan ulama “Kalau menunggu suci sekali, tidak akan αϑα Чǝлб berdakwah”
Ibnu Hazm Rohimahullah berkata;
ولو لم ينه عن الشر إلا من ليس فيه منه شيء ولا أمر بالخير إلا من استوعبه؛ لما نهى أحد عن شر ولا أمر بخير بعد النبي صلى الله عليه وسلم
“Seandainya Чǝлб melarang dari dosa harus orang Чǝлб tidak terlepas dosa ϑαn Чǝлб memerintahkan kebaikan harus orang Чǝлб sudah melakukan kebaikan semua, maka tidak αϑα lagi Чǝлб melarang dari keburukan ϑαn mengajak kebaikan kecuali Nabi SAW" (Akhlaq Was-Siyar; hal. 252-253)
Imam Ali bin Abi Tholib berkata; Janganlah kamu lihat siapa Чǝлб berkata tetapi lihatlah άpά Чǝлб ϑι̥ katakannya
Komentar