ADAB TERHADAP GURU, WAJIB DITIRU
“Habib Utsman Surabaya,” begitu Habib Ali Bungur menyebut kepada kyai yang kita kenal dengan KH. M. Utsman bin Nadi al-Ishaqy Jatipurwo Surabaya. Yang merupakan murid kesayangan dari Syaikhona Kholil, Hadhratus Syaikh Hasyim Asy’ari dan Mbah Romli Tamim. Semua tokoh besar ulama dan habaib waktu itu pasti mengenalnya, menyayanginya dan mengakui kewalian dan keulamaannya.
Di Jombang, saat mudanya, beliau sudah dikenal sebagai “Singa Podium”. Melanglang buana dari podium ke podium untuk memberikan ceramah. Pernah suatu hari ia diundang untuk berceramah di Jombang. Tiba-tiba di tengah ceramahnya sang guru datang, Mbah Romli Tamim. Demi menjaga adabnya terhadap guru, seketika ceramah dirubahnya menjadi pertunjukan dalang. Mendalang dipilihnya karena itu yang tidak bisa dilakukan sang guru.
Setelah sekian lama memberikan ceramah kesana kemari, ia merasa kurang mengena manfaatnya di khalayak. Akhirnya digagaslah kegiatan “Manaqiban” sebagaimana yang ramai dan kita kenal saat ini. Beliaulah penggagasnya, dan Haul.
Komentar