ORANG YANG MEMBENCI MBAH GUS DUR KELAKUANNYA KOK SEPERTI WAHABI YA...
"Foto
ini adalah kampanye yang sengaja disebarkan oleh kelompok liberal,
supaya ada kesan dan penilaian dari publik bahwa pemikiran guru besar
kita Abuya Sayyid Muhammad Alawy Al-maliky sama dengan pemikirin kedua
orang ini yang ada di sampingnya. Setidak-tidaknya supaya ada opini
bahwa Abuya tidak mempermasalahkan pemikiran orang-orang ini. Saya
katakan: Demi Alloh tidak! sekali lagi TIDAK! Pemikiran Abuya sangat
bertolak belakang dengan pemikiran orang-orang ini dan Abuya sangat
ingkar terhadap pemikiran orang ini."
Lalu
disambut oleh salah satu murid Abuya Sayyid Muhammad Alawi al-Maliki
yang angkat bicara. Beliau adalah kyai asal Madura, KH. Ahmad Madzkur
Awab. Berikut adalah percakapan dalam kolom komentar: "Jangan
menyesatkan orang, ingat term "sesat" bahaya. Jangan sekali-kali
menyesatkan orang alim, apalagi beliau sudah sama-sama wafat. Kta belum
punya barometer dan standard kuat di hadapan Allah Swt. atau di hadapan
makhluk untuk dapat dipertanggungjawabkan, utamanya vonis sesat. Apalagi
rahmat dan maghfirah Allah Swt. bukan hak kapling kita. Hati-hati, saya
masih belum berani masuk dalam ranah perogratif Allah Swt. Dan saya
al-faqir yang berguru langsung pada Abuya Allah Yarhamuh tidak yakin
beliau menyesatkan Gus Dur. Hati-hatilah menulis."
Kyai
Madzkur melanjutkan: "Ingat, bukan tugas kita menjadi hakim antara
kedua orang yang alim ini. Kiprah dan jasa mereka utamanya dibidang
sosial dan pada kaum Muslimin hususnya lebih banyak dari kita yang hanya
pengais rejeki amplop seperti saya. Saya tidak berani memvonis "sesat"
karena ini final banget dan menjadi titik pemisah antara Muslim dan
Kafir. Daging para ulama sangat beracun. Saya barii'.
اللهم إني بريء منهم وثبتني على الهدى وسداد الخطا
Dijawab
oleh Saifuddin Surur: "Hanya orang sesat yang tidak berani menyesetkn
orang sesat karena sama-sama sesat. Saya berani mubahalah bahwa
pemikiran kedua orang itu berbahaya. Dan saya lepas diri dari
pemikirannya yang menyesatkan."
Kyai Ahmad Madzkur Awab menegaskan: "Gus Dur tidak sesat TITIK!!! Allah Yarhamuh."
Saifuddin Surur: "Habib Rizieq dzurriyah utusan Allah: "Dia sesat, buta hatinya dll." LEBIH TITIK.....!!!! Seribu titik!!!
Ahmad
Madzkur Awab: "Kok situ kayak Ahmadiyah? Atau kamu Kong Hucu? Kita
belum tentu husnul khatimah. Pun belum tentu kita menyesatkan orang lain
-apalagi sudah wafat- dalam keadaan yang lebih utama dari yang
disesatkan."
Saifuddin Surur: "Tak ada cara berhusnudzan pada pemikiran yang dhalal yang sudah menyebar kefasadannya."
Ahmad Madzkur Awab: "Coba apa kedhalalan Gus Dur, Fud. Apa bisa dipertanggungjawabkan ben be'en?"
Saifuddin Surur: "Buannyakkkkkkk..."
Ahmad
Madzkur Awab: "Sengak jek ngaplingan soargeh, kenga'ih bidayanah,
hajjaj kejjem tapeh pangaporanah pangiran padeh tak ning tambha' dulih
atobet kakeh afateha sengak Gus Dur wafat lah, Allah Yarhamuh rahmatan
wasi'ah. Polanah ta'yiin jia sangat privatif pada beliau. Kalau membahas
pemikiran liberal secara umum ya itu majlis ilmiy, tapi kalau
vonis-memvonis saya tak berani, bahaya itu sy gik level mabhe."
Saifuddin
Surur: "Kita doakn semoga Gus Dur diampuni dosanya dan mati dalam
Islam. Tapi untuk pemikirannya yang sudah berkembang di masyarakat wajib
kita hantam."
Ahmad
Madzkur Awab: "Awas statusmu ada pengeklaiman. Wijhat nadzar bisa beda
tapi kamu sudah main klaim layaknya kitab Hiwar yang mendhalalkan Abuya
Sayyid Muhammad oleh Sulaiman bin Mani'. Lebih baik kita bebicara isu
liberalnya tanpa mencatut nama, apalagi wafat. Dan kiprahnya belum tentu
kita lebih banyak berbuat daripada beliau. Sengak-sengak dhuweh parajeh
ka Allah Swt. polanah kok ben be'en padeh andhi' potoh."
Komentator
lain dengan nama akun Bindara Saod Pangabdirakjat, turut angkat bicara:
"Orang yang paling sesat adalah orang yang suka menyesat-nyesatkan
orang lain dan tidak sadar bahwa dirinya juga punya kemungkinan sesat.
Dhalla sa'yuhum fil hayatiddunyaa wahum yahsabuna annahum yuhsinuna
shun'aa."
Saifuddin Surur: "Lebih tepatnya ayat itu diarahkan pada kaum liberal dan kaum pendukung aliran sesat.
الَّذِينَ ضَلَّ سَعْيُهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ يَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ يُحْسِنُونَ صُنْعًا
فقال
" الذين ضل سعيهم" في الحياة الدنيا " أي عملوا أعمالا باطلة على غير
شريعة مشروعة مرضية مقبولة وهم يحسبون أنهم يحسنون صنعًا " أي يعتقدون أنهم
على شيء وأنهم مقبولون محبوبون.
Perbuatannya melenceng dari syariat mardliyah. Apakah mereka tidak sesat!?"
Bindara
Saod Pangabdirakjat: "Saat ayat itu turun tidak ada yang namanya
liberal, Syiah, dan Ahmadiyah. Itu ayat peringatan buat semuanya.
Hati-hati dalam kehidupan lebih baik. Orang lain akan simpatik jika
ulama berperilaku wara', tidak menjelekkan golongan lain. Memahami nash
itu harus kontekstual. Hadits tentang kencing "syarriqu aw gharribu"
harus dimaknai utara dan selatan dalam konteks letak geografis
Indonesia. Anda perlu belajar tentang kaidah fiqih. Di surat at-Taubah
ada ayat "faqtulul musyrikiina haytsu wajadtumuhum", sebagai pengamal
nash secara serampangan berapa orang yang sdh anda bunuh? Kalau belum
apa-apa dan masih takut sama polisi mending diam saja deh."
Ahmad
Madzkur Awab: "Yang jelas jangan mengutip al-Quran jika itu pemvonisan
dhalal yang masih belum defenitif dengan ayat. Istilah "العبرة" Si Fud
itu sifatnya hanya efek hukum bukan pada pemvonisan Gus Dur Allah
Yarhamuh. Pemvonisan Gus Dur sesat tidak pas dengan mafhum ayat di atas
baik secara inplisit ataupun explisit. Bahkan secara efekpun ayat itu
tidak saklek dan syncron dengan status dan beberapa komen yang
menyatakan dhalal pada Gus Dur.
Contoh
kecil saja, Syaikh M. Said Ramadhan al-Buthi menurut sebagian kita dia
membela rezim Basyar. Padahal beliau punya alasan yang kuat dan sesuai
dengan sikon yang beliau geluti. Dan mohon kita jangan gegabah. Kita
hanya sibuk menyalahkan orang dengan beban tanggung jawab sosial yang
hanya sektoral atau sekelas kiai kacangan dan sikon budaya dan adat yang
sangat terbatas sekali. Sehingga mafsadah mashlahah hanya berkurat di
itu-itu saja. Ingat kaliber Gus Dur bukan kiai kacangan seperti kita
yang hanya ngurus desa-desa pelosok. Semua punya wijhat nadzar.
Hati-hati memakai ayat. Dan Partai manapun saya pribadi tidak suka jika
mencatut ayat yang pada akhirnya hanya dibuat 'nyareh gengan' alias
insentif politik melalui kebijakan-kebijakan yang hanya spj rampung.
Ingat-ingat ujian dan peliknya masalah negara dan Indonesia tak semudah
ketika kita hanya ngurusi desa saja."
"Sejarah
kuat bahwa dimasa sahabat saja sudah tergiur dengan dunia apalagi zaman
sekarang. Di zaman sahabat saja Sayyidina Ali Kw. dan Sayyidina
Mu'awiyah Ra. sudah saling 'syatm' dan misuh-misuh dengan kalimat "ya
'aduwwallah". Ingat, kemurnian dan kemulusan dakwah di zaman ini sulit
untuk dibersihkan dari intres pribadi dan golongan. Kita hanya mendukung
kemaslahatan dan keamanan, baik maslahat umum dan khusus bagi kita
Muslimin. Masalah menghakimi dengan nada yang spesifik dan takyiin
dhalal saya belum bisa jika itu bukan kufur bawwaahan."
Saifuddin
Surur: "Situ masih belum paham komen di atas, yang mengutip ayat dulu
siapa? Mungkin kiai yang nyareh gengan zitu, Kur...?! Hehe. Suatu
kesalahan besar jika yang membawa kesesatan adalah orang yang masyhur
lalu kita membiarkan bahkan disuruh husnudzan padanya padahal bahanya
sudah menyebar ke masyarakat. Ingat, diamnya kita akan memunculkan
penilaian di masyarakat bahwa pemikiran mereka benar. Saya katakan:
"Pemikiran Nur Cholis Majid, Ulil, Gus Dur, Nuril, Said Aqil adalah
sesat dan menyesatkan!!!! Wajib dihadang dan wajib ditantang."
Ahmad
Madzkur Awab: "Yang jelas kompleksitas yang dihadapi mereka tidak sama
dengan masalah kita, tekanan dan ukuran maslahah mafsadah juga jauh beda
dengan yang dihadapi kita. Kalau Kiai Said Aqil Siraj terus terang saya
TIDAK BERANI menyatakan BELIAU sesat. Kalau selain saya silakan. Tapi
ingat, setiap iktikad dan apalagi pemvonisan sangat besar
tanggungjawabnya."
Bindara
Saod Pangabdirakjat:"Orang yang bilang sesat sama orang lain itu hanya
ngukur kebenaran berdasarkan yang ada dalam otaknya. Merasa benar
sendiri, kemudian memprovokasi orang-orang di sekitarnya. Biasanya
dibumbui dengan kata "bahaya, zionis, amerika, antek, liberal, syiah,
JIL, awas, iluminati, freemason, dan kata aneh gak nyambung lainnya".

Komentar